Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.


« Pasif income untuk dunia, pasif amal untuk akhiratBeriman dengan sederhana, beragama dengan sederhana »

November 6, 2005

Linus Torvalds : Memberi sedikit untuk mengambil banyak

LinusKalau 1+1=2 itu disebut kerja bersama. Kalau 1+1=3 bahkan lebih, baru itu disebut kerjasama.

Linus Torvalds tentu saja tak menyangka bahwa proyek hobinya bakal disambut antusias oleh banyak orang. Dia sendiri malu untuk menyebut karyanya itu sebagai Linux (Linus Minix) dan akan memberinya nama Freax (Free Unix), tapi kawannya tidak suka nama Freax sehingga tetap memberinya nama Linux. Tak disangka banyak orang suka dengan gagasan Linus untuk mengembangkan “kernel”, jantung dari sistem operasi komputer.

Kernel adalah sebuah program yang mengatur input output dan manajemen memori di komputer (yah, mungkin penjelasan ini kurang tepat). Lebih tepatnya kernel adalah program untuk mengontrol disk dan sistem file, multi-tasking, load-balancing, networking, dan security. Tapi kernel cuma bagian dari operating sistem. Linux kernel ditambah komponen lain dari proyek open source GNU barulah menjadi Linux operating system.

Karya Linus sendiri akhirnya hanya menjadi 2% dari kernel yang dikembangkan. Namun Linus diakui untuk menjadi pengarah akhir dari pengembangan kernel. Semua penyempurnaan kernel diputuskan oleh Linus, dan dia memang seorang programmer yang sangat piawai dalam tugasnya tersebut.

Apa yang menarik dari fenomena Linux? Sebenarnya linux menjadi puncak dari gerakan open source yaitu GNU Project yang dicetuskan Richard Stallman. Ini adalah proyek membuat sistem operasi komputer termasuk aplikasinya yang tidak dimonopoli penciptanya. Konsep open source bukanlah konsep membuat perangkat gratis, tapi membuat perangkat yang ilmunya dibagikan secara terbuka.

Kekuatan utama yang diklaim oleh kelompok open source adalah deteksi cacat yang cepat dan penyempurnaan yang dilakukan banyak talenta. Dengan cara ini hampir mustahil ada yang curang menyisipkan “back door” tanpa diketahui pakar lainnya. Itulah mengapa saat ini Linux dianggap sistem operasi yang paling tahan banting dari segi keamanan untuk kelas server. Kelompok yang bukan open source (seperti Microsoft) meragukan konsistensi dan kualitas dari pengembangan software tersebut karena didasarkan pada kesukarelaan sehingga bergantung pada keinginan para relawan.

GNU Project dan Linux sebagai simbol utamanya saat ini merupakan contoh dahsyat kerja kolaboratif tingkat dunia. Sangat menarik bagaimana para programmer bisa saling menyesuaikan diri untuk menciptakan produk bersama bagi kepentingan bersama. Mereka tinggal berjauhan, awalnya saling tak kenal, bahkan bisa dikatakan hanya bertemu lewat internet, dan disatukan hanya oleh idealisme yang sama.

Saat ini gerakan GNU/Linux (istilah yang tepat untuk kernel Linux yang dibungkus komponen sistem operasi dari GNU) telah menghasilkan aplikasi handal seperti MySQL sebagai database, dan OpenOffice sebagai aplikasi menulis dan spreadsheet.

Pesan utama dari gerakan open source ini : semua orang dengan talentanya masing-masing dapat memberi sedikit kontribusi ke komunitas, setelah itu silahkan ambil sebanyak-banyaknya manfaat dari produk yang dihasilkan bersama itu. Beri sedikit, ambil banyak! Wouw, konsep yang sangat indah!

Walaupun Linux bersifat gratis, orang tetap bisa membuat bisnis di sekitarnya, yaitu ketika memberikan jasa layanan instalasi dan perawatan software. Jasa pembundel ini disebut distro (software distributor). Yang terkenal di antaranya Red Hat, Suse, Mandrake, hingga yang sekarang didukung oleh Mark Shuttleworth, seorang milyuner yg dulunya pendiri Thawte, untuk disebarluaskan secara gratis yaitu Ubuntu.

Saya mencatat beberapa hal yang menarik dari keberhasailan gerakan Linux ini :

  1. produknya memungkinkan kerja kolaboratif lintas benua karena berbentuk software yang dijembatani internet
  2. produknya dapat diambil manfaatnya (dikloning/copy) dengan mudah tanpa mengurangi sedikitpun sumbernya (ya, ini software)
  3. disiplin yang muncul dari kesamaan idealisme. Jelas ini muncul dari orang-orang terbaik yang mau bekerja volunteer.

Hal semacam Linux, yang bukan software namun mempunyai ciri-ciri yang mirip adalah informasi. Ini dapat kita lihat pada ‘mahakarya’ yang merupakan model keberhasilan kerja kolaboratif lainnya yaitu Wikipedia, rujukan ensiklopedi paling populer di internet. Tentu saja internet ini sendiri juga hasil kerja kolaboratif yang sukses.

khairulu Silahkan beri komentar ya..., tanya, kritik, atau menambah ...
Komentar Anda akan turut menyempurnakan ilmu kami, dan berharga buat pembaca lainnya. Tks! - khairul -

2 Comments »

    Gravatar Image
  1. makasih. nambah lagi pengetahuanku soal linux.”Ini adalah proyek membuat sistem operasi komputer termasuk aplikasinya yang tidak dimonopoli penciptanya” ini yang paling aku suka… makasih ya

    Comment by jimmy — September 5, 2006 @ 5:15 pm

  2. Gravatar Image
  3. Hingga detik ini, saya masih belajar bagaimana menghasilkan 1+1=3. Dulu pada awal-awal berorganisasi (SMA), yang saya targetkan adalah bagaimana caranya supaya acara dan kegiatan dapat terealisasi sesuai program kerja. Entah gimana caranya, yang penting jalan dan bagus. Seiring peningkatan pemahaman (dan capeknya kerja rodi), saya belajar tuk naik 1 level. Gimana tugas berjalan tetapi kerjaan yang lain tidak keteteran. Mengembangkan distribusi tugas, motivasi dan fungsi kontrol. Memilah pekerjaan berdasarkan prioritas urgensi, waktu, dampak (jadi inget L-RAMP lagi nih…hhehehe), kuantitas dan kualitas.
    Saya kagum pada pengusaha-pengusaha besar. Mereka memiliki aset milyaran hingga trilyunan, karyawan ratusan hingga jutaan (sampe gak tahu wajah2nya, apalagi namanya), puluhan hingga ratusan perusahaan, lokal hingga internasional (dimana-mana ada). Gak harus ke kantor untuk menjalan aset. Dikomparasikan sama pengusaha kecil. Dikerjakan sendiri, pulang kerumah capek, gak kerja usaha ga bisa jalan, takut karyawan ambil duit. Baik pengusaha dan saya sama-sama memiliki potensi waktu 24 jam. Tetapi hasilnya beda bgt, Saya ya begini-begini saja, mereka mampu merengkuh itu semua.
    Bisa lho mas, gara2 SEPIAnya mas Khairul dkk ntar lahir konsep baru yang cemerlang dan membumi, misal SEPIAH….hhehehe. Siapa yang sangka lho.

    Comment by A. Purnomo — March 14, 2007 @ 11:12 pm

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2005/07/24/niat-baik-belum-cukup/





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here