Pasif income untuk dunia, pasif amal untuk akhirat
Kalau sekarang banyak orang rame-rame berusaha bebas finansial, mengapa tidak sekaligus memikirkan kehidupan akhirat dengan lebih serius?
Mungkinkah seseorang bekerja bukan (cuma) untuk uang?
Sangat mungkin, yaitu bila motivasinya untuk amal. Bagaimana seseorang dapat bekerja dengan motivasi kuat untuk amal?
Jawab : umur manusia sangat singkat, sementara peluang akhirat cuma sekali. Bila Anda sudah sepakat adanya jalan ‘cerdik’ untuk mendapatkan penghasilan dengan pasif income, semestinya Anda segera setuju dengan jalan ‘cerdik’ pasif amal ini.
Jalan cerdik itu adalah amal jariyah, yaitu :
- Wakaf barang yang bermanfaat
- Ilmu yang bermanfaat
- Anak yang shaleh
Wakaf esensinya adalah sesuatu yang bisa ditarik manfaatnya terus-menerus, misalnya tanah yang bisa digunakan untuk bangunan masjid. Jembatan yang menghubungkan dua jalan. Saya bukan ahli fikih, bagi saya sebuah organisasi yang sebenarnya adalah sebentuk ‘bangunan sistem’ juga memiliki karakteristik amal jariyah. Jadi menurut saya amal jariyah dapat berbentuk infrastruktur baik hard maupun soft. (mohon masukan nih)
Ilmu yang bermanfaat mempunyai esensi pemberdayaan. Semua bentuk pemberdayaan bagi saya mempunyai nilai ilmu yang bermanfaat.
Anak yang shaleh adalah yang paling dahsyat. Seperti halnya konsep MLM yang terus berkembang, anak yang shaleh berpotensi berkembang tak terbatas, baik dari keturunan berikutnya, maupun jumlah dan jenis amalnya. Tak heran kiranya disebutkan bahwa karunia terbaik adalah anak yang shaleh.
Kalau kita menyadari betapa dahsyatnya pasif amal ini (amal jariyah), maka kita akan berfokus untuk bekerja dengan tujuan :
- Membuat sistem yang manfaatnya akan diambil orang banyak terus-menerus (ini hakikatnya seperti berwakaf). Saya terkesan dengan Haji Ahmad Dahlan yang mendirikan organisasi Muhammadiyah. Beliau dengan organisasinya tersebut terus-menerus hingga sekarang masih beramal shaleh, karena bangunan organisasinya terus dipergunakan jamaahnya. Sama juga halnya dengan mereka yang mendirikan perusahaan dan memberikan manfaat kepada beribu-ribu orang sesudahnya. Andai semua itu diniatkan dengan benar, maka nilai ibadahnya akan terus mengalir.
- Memberdayakan orang lain dengan ilmu, dan tidak segan mewariskan ilmu tersebut kepada orang lain. Dalam hal ini juga termasuk mendokumentasikan (tulis, video, rekam) ilmu.
- Mendidik pengganti dirinya yang mempunyai kemampuan sama bahkan lebih baik untuk generasi mendatang. Mendidik bermakna lebih dalam daripada sekedar menularkan ilmu, yaitu melatih baik karakter maupun kompetensi. Salah satu hal yang saya yakin mengalirkan amal jariyah adalah menyekolahkan seseorang. Tentu saja nilainya masih di bawah merawat secara total seperti misalnya merawat anak yatim.
Di dunia internet banyak sekali hal yang diwakafkan, misalnya jaringan internet itu sendiri. Software Linux misalnya, juga merupakan contoh kerja bersama yang diwakafkan. Bila ditinjau lebih jauh, maka produk Linux seakan tanah yang diwakafkan. Selain itu open source nya merupakan ilmu yang diwariskan. Tentu saja kembali kepada niat pembuatnya, apa untuk amal atau untuk ketenaran semata. Linux sendiri merupakan contoh keberhasilan konsep ‘kontribusi sedikit untuk mengambil lebih banyak’. Lain waktu saya bahas khusus tentang hal ini.







silahkan hubungi pengurus LDII di dekat anda, ikuti kegiatannya, anda akan dapati hal yang berharga. Insya Allah
Comment by sudiyanta — December 10, 2005 @ 3:09 am
Ass wr wb
saya mau komen tentang konsep yang anda tulis.
saya sangat setuju dengan konsep anda, dan apakah anda juga sudah menjalankan konsep yang dijelaskan tersebut, seperti konsep MLM, saya sekarang sudah menjalankan MLM yang sangat bagus menurut pemikiran dan analisa dari banyak orang. dan saya pun sudah menjalankan dan bergabung sebagai warga LDII Surabaya. jika anda mau mengetahui lebih lanjut tentang MLM, amal sholehnya untuk membalas email saya sekalian memberitahukan alamatnya. siapa tahu kita bisa menjalin hubungan yang lebih baik.
wass,
AJKH,
::: Saya sudah 6 kali nyoba MLM dan seperti biasa angin-anginan. hehe. Tapi saya setuju dengan konsep MLM sebagai salah satu cara pemasaran. Menurut saya setiap orang punya ‘passion’ masing-masing dalam memilih pekerjaannya, juga mempunyai cara paling natural dalam beramal (setiap kegiatan bisa bernilai amal sholeh). Mudah-mudahan kegiatan mas Antoni bisa terus berkembang. amin. khairul
Antoni,
Jl. Uka 4/17, benowo, Surabaya
Comment by antoni — December 28, 2005 @ 6:20 am
Benar sekali yang dikatakan Sudiyanta, saya sudah membuktikannya ketika berkenalan dengan Orang LDII yang juga teman sekampus saya, saya langsung bersimpati dengan metodenya dalam beramal sebagai passive income dunia dan akhirat. LDII juga memberdayakan anggotanya dengan kegiatan-kegiatan positif seperti Pengajian, Camping, Sepakbola, Silat ASAD, dan pemberdayaan ekonomi mandiri melalui workshop-workshop ketrampilan usaha seperti yang dilakukan LDII Malang. semoga info ini bermanfaat, silakan buktikan……
Comment by Smail — February 10, 2006 @ 12:25 am
LDII..??? apa itu
Comment by ahmad — June 6, 2006 @ 1:22 am
LDII singkatan Lembaga Dakwah Islam Indonesia, suatu ormas Islam yang ada di Indonesia, dan saat ini LDII sedang berkembang, kira2 10 tahun terakhir pertumbuhannya cukup pesat. LDII secara konsisten memberdayakan warga nya dan juga masyarakat sekitar non LDII dengan kegiatan-kegiatan positif, terutama bab masalah Ibadah (Agama) tdk sekedar diajarkan agama tapi diarahkan untuk mempraktekkan dikehidupan sehari-hari. Selain itu juga memberdayakan warganya dengan kegiatan olahraga spt sepak bola, hasilnya ada beberapa warga LDII menjadi atlit sepak bola nasional spt Budi Sudarsono, dan banyak lagi kegiatan positif. Dulu LDII sering dihujat, tapi dengan terus konsisten dan juga praktek aklakul karimah dari pengurus & warga nya sekarang LDII sudah mulai diakui baik dari MUI maupun ormas lain. Dan banyak penghargaan lain yg di dapat spt dari UNICEF sebagai ucapan terima kasih atas bantuan LDII dalam mendukung program Imunisasi Polio dan juga terakhir mendapat Isuzu Loyalty Award dari Isuzu Indonesia.
Comment by Arief Budiarto — August 15, 2006 @ 5:24 am
Ternyata apa-apa yang dipitnahkan oleh orang-orang tidak suka dgn LDII tidak menurunkan semangat dan simpatisan pada jamaah LDII,karena konsep pembelajaran dan pembinaan umat sangat menyentuh dan berkesinambungan,sehingga membuat jamaah semakin besar dan dapat menjawab tatangan jaman.
Comment by Abdul Muthalib — September 13, 2006 @ 6:04 am
Sangat rugi bagi masyarakat yang hanya mendengar isu-isu tentang kejelekan LDII, karena kejelekan2 yang difitnahkan banyak orang sangat bertolak belakang, setelah kegiatan LDII kita ikuti ternyata sangat bermanfaat dan positif.
Comment by Akbar — September 18, 2006 @ 12:27 pm
saya heran dg komentar org yg selalu menjelek kan ldii tapi saya juga belum tahu dimana letak kebenaran ajaran ldii itu sen diri mophon penjelasanya
Comment by abas — September 28, 2006 @ 1:47 pm
tolong jelaskan bagaimana cara saya untuk bisa diterima menjadi anggota LDII?karena saya belum diberitahu oleh rekan saya yang sudah aktif di kegiatan LDII. terimakasih sebelumnya
Comment by Budi Mugyanto — October 3, 2006 @ 2:29 pm
Alhamdulillah………….
In Fact, there are many smart people who believe an feel that LDII is not as worst as another people think.
Alhmdlhjzklhro
Comment by Cantik — October 10, 2006 @ 4:42 am
Alhamdolillah……..
hidayah menghampiri diriku.
kudapatkan kemurnian agama disini
alljamdulillah jaza kummulohu khoiroh
Comment by psikophat — October 11, 2006 @ 4:32 am
apa benar kalau selain komunitas ldii sholat di masjid ldii,maka langsung dipel
Comment by kk — October 13, 2006 @ 12:43 am
Please tell me more about the best thing of LDII
Comment by Annis Fitriatil Mabruro — October 16, 2006 @ 6:18 am
LDII diakui MUI, heh ? Anda yg anggota LDII coba jelaskan dalil mankul dari sabda Nabi !
Comment by doni — October 30, 2006 @ 6:25 am
alhamdulillah, sampai saat ini saya masih berada didalam jalan yg benar yaitu brdasarkan quran khadist jamaah yg ada didalam ldii. Saya yakin bahwa ldii adalah agama islam yg hak dan diridhoi allah.
ALHAMDULILLAH JAZA KUMULAHU KHOIROH
Comment by andan_354 — October 31, 2006 @ 12:34 pm
Ikutilah ajaran ldii, insya allah anda akan mendapatkan ridho dari allah yaitu berupa hidayah danjalan menuju sorga
Comment by andan_354 — October 31, 2006 @ 12:38 pm
sebuah pengembangan pemikiran yang sangat bagus bung khairul,tentang pasif income. pencerahkan yang luarbiasa, ayo muda-mudi mari berinvestasi untuk akhirot dan dunia. tentang LDII? hari gini masih ada yang sirik sama ldii? kacian deh lho…mau ngaji Qur’an Hadits aja kok diributin, gitu aja kok repot….let’s joint us, sorga pasti….salam 354….ALJZKKH.
Comment by hanif — November 1, 2006 @ 2:58 pm
terlalu menyanjung LDII.kalau LDII memang benar-benar yang terbaik,mengapa bersifat eklusif.dan kenapa nggak mau menyatu dengan umat islam lainnya.LDII,menurut buku yang saya baca sama dengan islam jamaah dan disebut sebagai ormas terlarang oleh MUI.ISLAM YANG BENAR ADALAH YANG DIBAWA OLEH NABI MUHAMMAD SAW[AHLUSSUNAH WAL JAMAAH], TIDAK BERSIFAT EKLUSIF.LDII SEPERTI ITU?
Comment by ahmad — November 2, 2006 @ 12:41 pm
TERLALU PATUH TERHADAP AMIRNYA,LANTAS POSISI NABI MUHAMMAD SAW DIMANA?
Comment by ahmad — November 2, 2006 @ 12:45 pm
perintah seorang amir tidak akan menyimpang dari ajaran nabi, dan seorang amir selalu menekankan untuk menaati ajaran allah rasul..!!!
Comment by andan_354 — November 4, 2006 @ 3:15 pm
gitu ya?pokoknya aku merasa nggak ngeh dengan cara-cara dakwah yang dilakukan ldii apalagi setelah membaca komentar para eksponen ldii disini,nggak simpatik,emosional!
Comment by ahmad — November 6, 2006 @ 3:06 pm
sulitnya kita beriskusi/berdebat dalam kerangka mencari kebenaran, kalau akhirnya nafsunya (pemikiran otak) yang tetap diikuti, Islam itu ya pasrah sama Allah, dan perintah rosulnya tidak tanpa reserve (tergantung kasusnya)tapi jangan menafikkan/menghapus hukumnya…. kalo mau paham ya ngaji dulu, terus menerus, sampai luluh hatinya tunduk hatinya menyerah jiwanya, kalo gak ngaji ya susah ya mbayanginnya UNTUK PAHAM(KECUALI ALLAH MENGHENDAKI). Yang jelas Ilmu yang wajib/diwajibkan untuk dikaji dan diamalkan menurut Allah dan Rosul ya ilmu Al Qur’an dan hadits. Dan hanya ada satu organisasi yang benar-benar keras dan bahkan ekstreem mewajibkan anggotanya untuk melakukan itu ya LDII ini. pimpinan kita tidak asyik masuk untuk urusan pilitik yg nota bene ngejar urusan dunia, bahkan akhirnya anggotanya kalau ketemu masalah bingung nanya kemana, karena pimpinannya sibuk ngurusin urusan lebih “penting”, ya berjuang di jalur politik/partai kepentingan islam. anggota dan organisasi ya cuma kartu anggota dan papan nama. Ok deh saya emosional???? Enakan debat di Aussie/Amrik berbeda ya sudah, mesjid saya gak di lemparin..hihihi..just for hum/him. ALJzKkh(ngerti gak?)
Comment by hanif — November 20, 2006 @ 8:28 am
jangan asal bertanya saja, segera ikuti pengajian di masjid - masjid LDII di daerah anda. temukan semua jawaban lewat Al - Qura’an dan Al - Hadits. ketenangan, ketentraman serta kedamaian Insya Allah akan anda dapatkan. Nabi membawa Al - Qur’an dianggap agama baru, ingat itu! semua Nabi jika membawa agama baru selalu diperangi dan dicoba. kita tidak akan sesuai kalo belum diperangi. apabila ada pertanyaan yang belum dimengerti silahkan hubungi email saya. Insya Allah akan saya jawab semampu saya. AJKK
Comment by er_1b — November 21, 2006 @ 1:25 am
Bagi siapapun yang menganggap LDII sesat supaya baca sampai habis surat Assof 61 terutama ayat 7 dan 8, ini adalah ayat yang ditujukan buat orang yg tidak senang dengan Islam. sebaliknya, Tunjukkan satu ayat saja kalau LDII itu sesat ? Coba pikirkan siapa yang lebih salah? daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah (tukang dusta dan fitnah) padahal LDII mengajak seluruh umat untuk masuk Islam dengan memurnikan agama Islam ( tidak sirik atau menyekutukan Allah) berdasarkan Alquran dan Alhadist secara kaffah.
Comment by Qidhir — November 24, 2006 @ 8:21 am
Banyak org menjelekkan ldii,ada jg yang mengaku ex ldii..mengatakan ajaran ldii beginilah..begitulah..pokoknya yg jelek-jeleklahh..seakan akan ldii adalah muaranya jelek sedunia he..he..he..Yang mengatakan seperti itu,berarti mereka belum mengetahui ldii yang sebenarnya..berarti baru katanya katanya..(orang “id”pun bisa ngomong spt itu),atau mrk yang ex ldii bisa ngomong begitu..berarti selama ngaji mungkin ngantukannnnn,mbulessss,sering ngrumpiii,atau banyak utang (tp gak bisa bayar),ketahuan nyolong(ketangkep basah).Jangan ngomong doang!!! tp buktiin sendiri,masa gitu aja takut,org ldii bukan SUMANTO kok..yang suka gigit daging org,org ldii sangat terbuka,tidak exklusif..spt kata orang,bukti in aja!
Comment by taufan — November 29, 2006 @ 2:42 pm
KALU EMANG ORANG LDII benar kenapa mereka kok gak berani dalam acara debat terbuka.gak ngereken/emang salah?karena saya mau saja masuk ke LDDI tapi masih meragukan jadi kalau emang benar kenapa tidak mengadakan acara debat/sering dengan ormas lain melalui media Tv, sehingga masyarakt bisa benar-benar tau kalau LDDI iti emang benar atau salah.ok.thank for all
Comment by MOHAMMAD ALI — December 6, 2006 @ 10:26 am
Saya setuju dengan ajakan Saudara ! Bravo Q & H moga-moga Allah Paring aman, selamat lancar, barokah. Orang yang bilang sesat hati-hati ! Laknatnya bisa dibalik oleh Allah sehingga dia sesat. Orang yang suka melaknat akan dilaknat oleh Allah. Maka pikirkan ibadah kita masing-masing dan jangan benci sama Allah & Rasulnya serta Quran dan Hadist
Comment by alfarez — December 7, 2006 @ 2:28 pm
cayo LDII aku mendukungmu!!hehehe pokoknya LDII the BEST!AJKK
Comment by Reva — December 22, 2006 @ 2:50 am
Assalamu alaikum wr. wb.
Jujur, saya bingung dengan keterkaitan antara artikel mas Khairul dengan tanggapan pembaca yang membicarakan soal LDII. Apa hubungannya? Apa mas Khairul juga anggota LDII? Mohon penjelasan mas.. Soal LDII, kita sebagai muslim yang berakal hendaknya menggunakan segala potensi akal kita seperti dalam tulisan2 mas Khairul. Jangan taklid buta. Rasulullah mengajarkan pada kita untuk jangan bertaklid buta terhadap sesuatu, apalagi soal agama. Bisa dimurkai Allah! Saudara2 bisa baca artikel ini sbg perenungan:
http://www.mail-archive.com/is-lam@milis.isnet.org/msg00927.html
Kita semua ingin sukses, maka berpikirlah dengan pikiran yang sukses. Terima kasih.
::: Wa’alaikum salam w. w. mas Anto. Saya bukan orang LDII. Saya juga tidak paham kenapa diskusinya justru tentang LDII. Menurut saya, setiap diri kita wajib mencari cara beribadah/beragama yang benar. Yang bernilai itu adalah ‘ikhtiar pencariannya’. Salah satu anjuran dalam Islam juga adalah jangan saling menjelek-jelekkan. Teliti sungguh-sungguh, tulis temuan hasil penelitian itu, kemudian setiap jiwa kita bebas memilih dan akan diminta pertanggungjawaban atas pilihan itu. Saya setuju, taklid buta harus dihindari. Saya juga selalu ingat, di dalam Islam bahkan ditulis dengan jelas “Lakum diinukum waliyadiin”…. Jangankan sesama yang bernaung dalam label Islam, yang labelnya beda pun diatur adab pergaulannya. Demikian menurut saya mas Anto. khairulu
Comment by anto — December 24, 2006 @ 9:19 am
Terima kasih atas penjelasannya mas Khairul. Saya juga lega ternyata mas Khairul bukan anggota LDII. Bagi rekan-rekan yang lain perhatikan tuh penjelasan mas Khairul.. Jagalah diri kita dan keluarga dari api neraka karena pilihan kita yang salah. Dalam jual beli saja ada slogan “Teliti sebelum membeli” Jangan sampai menyesal di kemudian hari.
Wassalam..
Comment by Anto — December 28, 2006 @ 1:40 pm
hehehe…orang-orang ini kenapa sih??ibadah aja kok ribut, ken tergantung keimanan masing-masing, kalo udah ngerasa bener ya silahkan diteruskan ibadahnya, kalo belum ya silahkan cari yang bener yang mana, ngapain juga ngurusin ibadahnya orang, ga setuju yang jangan ikut.Piss ah!!
Comment by pay — January 2, 2007 @ 6:56 pm
LDII illayaumil kiamat…yes!!!!
Comment by andan 354 — January 6, 2007 @ 5:01 pm
Assalamu’alaikum..
Kok blog ini jadi membicarakan LDII? Silakan temukan informasi seputar LDII di sini: http://ldiiwatch.wordpress.com.
/Apa kabar Pak Khairul? Saya dulu pernah ikut SSCOM hingga QCollege..
/
::: terimakasih banget. link tersebut sangat membantu. saya sekarang hanya aktif di ITB. QCollege tetap jalan terus sebagai sekolah animasi. khairulu
Comment by Pencari Ilmu — January 16, 2007 @ 12:09 am
Mau tau letak persis penyimpangan dan kesesatan LDII? GAMPANG! Ikuti saja diskusi intensif di:
http://groups.yahoo.com/group/islam-jamaah/
Milis resmi MANTAN ISLAM JAMAAH - LDII.
Iya nih LDII gak PEDE kebenarannya, akhirnya blog yang gak bahas LDII saja di catut. Dasar KAMPUNGAN!
Comment by Mirza Ali — February 22, 2007 @ 11:21 am
Dear All,
Debat Berkepanjangan ini mungkin akan tiada ujung dan saya yakin akan selalu ada yang pro dan kontra.
Secara pribadi saya lebih senang jika walaupun merasa kecewa dengan LDII, tetap saja berbicara yang baik itu jadi tetap merupakan kewajiban kita semua.
Saya yakin kebenaran itu ada dan boleh dimiliki oleh siapa saja termasuk oleh LDII,dan juga orang lain mungkin akan sama mengakui bahwa dirinya juga benar walaupun cara mereka mengungkapkannya berbeda.
Dalam perkembangannya LDII sudah banyak memperhatikan keluhan-keluhan masyarakat tentang eksklusivisme dan beberapa isu miring tentangnya.Terbukti kerjasama LDII dengan ormas Islam lain dalam berbagai bidang termasuk dengan MUI, induk dari Ulama Islam Indonesia.
Ketika seseorang merasa puas keluar dari LDII, itu boleh-boleh saja dan ketika kemudian mereka membentuk suatu kelompok atau suatu seruan yang kemudian menjelek-jelekan LDII itu sudah luar biasa dan itu tidak lebih baik dari LDII. Seharusnya anda buat suatu kelompok tersendiri dan dengan kelompok itu bisa mencerminkan suatu kebenaran yang bisa diakui oleh semua orang …
Comment by H. Moeslim Ilham Akbar — February 26, 2007 @ 8:38 am
alhamdulillah sy jadi org yg mendapt hidayah sejak kecil,,sy merasa syukur ternyata sy juga sukses dlm berkarier, sy slalu berprinsip menjalankan amanah dan berbudi luhur,,ternyata pimpinan makin mempercayai saya shg slalu mendapat promosi jabatan“padahal ini semua krn ikhlas menjalankan nasehat kyai saya…jadi org ldii jgn mudah terpengaruh..alhamdulillah jzkkh
Comment by m khosim — March 1, 2007 @ 2:00 pm
LDII adalah salah satu ormas islam yang diakui dan legal keberadaannya di Indonesia ini dan sudah tercatat di MUI.Yang diajarkan di LDII adalah Qur’an Hadist.Apakah belajar seperti itu sesat.Kaakan sesatnya dimana?Qur’an dan Hadist adalah petunjuk yang bila kita berpegang teguh kepada keduanya, maka niscaya tidak akan sesat selamanya.
Comment by Yusuf Uchuy — March 8, 2007 @ 7:41 am
Maret 2007 ini LDII Rakernas lo…!, dihadiri oleh Ma’ruf Amin dari MUI dan Agung Laksono ka DPR , yg katanya-Ma’ruf Amin, LDII sekarang tidak menganggap muslim lain yang bukan golongannya kafir & najis. Jadi kalo ente2 sholat di masjidnya LDII sekarang bekas solat ente ngak dicuci kayak dulu2 katanya…he..he. Gue belum tahu sih sesat kagaknya nih kelompok, soalnya gue punya tetangge LDII biasa2 aje hubungan ame kite2, tapi kalo solat memang katanya tetap masih dimasjid kelompoknya sendiri bukan dimasjid deket rumahnya die yang kebetulan untuk semua golongan.
Comment by orangluar — March 10, 2007 @ 3:51 am
Assalamualaikum!
Sebenarnya kita tidak perlu mempermasalahkan aliran2 mana. toh, surga-nerakanya sendiri2 ya g?.Bwt yang masih penasaran atau kecewa dengan LDII, ya monggo duduk bareng.Kan kita diberi Alloh akal to.Bisa tau mana yang benar mana yang salah. apa yang tiap hari kerjaannya amalan yang gak jelas ilmunya?yang dapat ilmu dari “katanya-katanya” itu yang benar?Yang belajar ilmu dari buku2 gak jelas padahal dasar hukum islam adalah Qur’an Hadist?.Apa itu yang benar?atau yang remajanya bergaul tidak mengenal Haq-Batil,tidak tau batasan pergaulan laki2 dan perempuan,gonceng2an,nyepi,pacaran,apa itu yang benar?Tanyakan to yourself,siapa sebenarnya yang sesat!!AJKK, Wassalamualaikum,
Comment by Bayu S. — March 10, 2007 @ 11:20 am
Pak Khairul, kalau tulisan Pak Khairul memang tidak dimaksudkan untuk membahas LDII, mbok hiruk-pikuk ini segera dihentikan dengan closing sampeyan sebagai tuan rumah.
::: Terimakasih Mas Wid. Sesuai sarannya, komentar ditutup.
khairul
Comment by wid — March 12, 2007 @ 7:43 am