Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.


« Cara Kaya 5 : Tiga ilmu inti menghasilkan pasif incomePasif income untuk dunia, pasif amal untuk akhirat »

October 28, 2005

Buckminster Fuller : Geodesic Dome, kontribusi ke alam semesta

Kisah hidup Buckminster Fuller dimulai kembali setelah dia berusaha bunuh diri.

bucky_domeBucky – nama panggilan Buckminster- sebenarnya adalah orang yang beruntung. Menempuh kuliah di perguruan tinggi Harvard yang bagus, tapi karena bandel dia tidak pernah lulus. Menikah dengan anak orang kaya. Bucky yang cerdas hidup aman, nyaman dan … boros, hingga musibah menimpanya.

Saat sedang bangkrut dan tinggal di rumah yang buruk, anak gadis satu-satunya meninggal. Dunia laksana kiamat baginya. Dia menggugat Tuhan. Mengapa anaknya harus mati? Bucky memutuskan untuk bunuh diri. Tak ada gunanya lagi hidup tanpa anak yang dicintainya.

Supaya tidak digagalkan orang, Bucky dengan cerdik memilih cara bunuh diri dengan pura-pura berenang di danau Michigan. Rencananya di tengah danau dia akan menenggelamkan diri. (jangan ditiru nih!).

Bucky sudah berdiri di depan danau Michigan, seperti rencananya. Sementara ia berdiri di sana, mendadak ia mendapat semacam wahyu, seperti yang belakangan ia gambarkan seolah-olah Tuhan berbicara kepadanya. Bahkan setelah 50 tahun pun dia masih ingat kata-katanya.

“Bucky, kamu bukanlah milik dirimu. Kamu adalah milik alam semesta…. Yakinlah bahwa kalau kamu curahkan waktu dan perhatianmu demi kepentingan sesamamu, maka alam semesta akan mendukungmu, selalu, dan persis di saat-saat kritis.”

Bucky terkejut mendengar suara itu. Tiba-tiba dia sadar, jalan yang dipilihnya sangatlah konyol. Serasa mendapat pencerahan baru, Bucky mengurungkan niatnya untuk bunuh diri! Dia kembali pulang, dan memutuskan untuk memulai kembali hidupnya secara berbeda. Dia membulatkan tekad untuk mengabdikan dirinya bagi alam semesta.

Bucky yang cerdas kini berfokus membuat sesuatu yang bermanfaat. Dia tertarik untuk membuat rumah yang mudah dan murah untuk dibangun. Solusi yang dia ajukan adalah rumah dengan bentuk bola. Baginya, bola memiliki volume terbesar untuk luas terkecil. Bucky merancang bangunan yang akhirnya mendapat patent : Kubah Geodesic (Geodesic Dome) yang dia rumuskan tahun 1940.

Kubah Geodesic adalah temuan istimewa yang memungkinkan membangun kubah tanpa tiang berapapun luas diameternya. Bucky mampu merumuskan persamaan matematika yang bisa menghasilkan kubah tersebut dengan hanya susunan batang-batang besi. Dengan temuan Bucky itu dapat dibuat rumah, gedung, juga hanggar dengan sangat cepat. Kubah geodesic terbesar ada di Jepang dengan diameter 710 feet.

Temuan Bucky mendapat paten dan digunakan untuk membangun gedung-gedung komersil. Royalti dari paten mengalir membuat Bucky menjadi orang yang sangat kaya. Uniknya, setiap bulan Bucky menyumbangkan semua pendapatannya untuk amal. Bulan berikutnya rekening tersbut telah berisi lagi dengan royalti, dia sumbangkan lagi. Kabarnya terkadang dia menyumbang 1 juta dolar (saat itu jumlah yang sangat besar!). Demikian seterusnya, sampai akhir hayatnya ia tidak pernah kekurangan apapun. Ia tahu alam semesta akan mendukungnya, selalu, dan persis di saat-saat kritis.

Buckminster Fuller dipandang sebagai seorang pemikir besar. Gagal kuliah di Harvard, namun diberi 47 gelar doktor kehormatan, menulis sekitar 28 buku, dan memiliki sekitar 25 paten yang berharga. Dia mendapat pujian langsung dari Einstein, rekannya. Konsep geodesic dome dia perluas untuk kendaraan yang disebut Dymaxion, pembuatan peta bumi yang sesuai dengan bentuk bola, dan piringan radar. Fuller juga seorang yang humanis, banyak menuliskan ide memperlakukan bumi dengan lebih baik. Dia menghitung bahwa bila dipasang kincir angin di setiap tower jaringan listrik tegangan tinggi di Amerika, bisa menghasilkan 3,5 kali listrik saat itu. Bagi dia krisis energi tidak ada, yang ada adalah krisis karena ‘ketidakpedulian’. “There is no energy crisis, only a crisis of ignorance.” (Fuller)

Fuller memperkenalkan istilah “synergetic” sebelum istilah sinergi menjadi terkenal. Buckminster Fuller pula yang memberi definisi kaya bukanlah dihitung dari jumlah uang, namun dihitung dari waktu yaitu berapa lama seseorang dapat hidup tanpa bekerja, konsep kaya yang dikutip oleh Kiyosaki.

Lebih lanjut tentang Bucky di wikipedia dan situs resminya. Ilmu Bucky digunakan untuk membuat tenda darurat bagi korban tsunami di Aceh, juga korban badai Katrina di Amerika baru-baru ini.

dome asia

update : situsnya Bucky diubah desainnya, jd mohon maaf kalau banyak link yg berubah. :)

khairulu Silahkan beri komentar ya..., tanya, kritik, atau menambah ...
Komentar Anda akan turut menyempurnakan ilmu kami, dan berharga buat pembaca lainnya. Tks! - khairul -

4 Comments »

    Gravatar Image
  1. saat ini saya lagi bimbang dengan “kepercayaan” saya. bisakah anda menunjukkan atau mengajarkan saya bagaimana cara untuk belajar menyakini sesuatu? karna saat ini saya tidak dapat menyakini apapun

    ::: jawabannya ternyata terlalu panjang, jadi ditaruh di sini ya… khairul

    Comment by rachmat jamsari tayeb — November 11, 2005 @ 5:01 am

  2. Gravatar Image
  3. Saat ini saya mau menulis, buku nih. Saya mau berbuat sesuatu untuk merubah kehidupan Masyarakat Ekonomi lemah, yang di sebabkan oleh Adanya KKN, karena memang baru untuk pertamakali, saya mau nanya, bagaimana kah cara menerbitkanya, dan percetakan mana yang sesuai untuk masalah seperti itu? Mohon dijawab ya, karena saya memerlukan bantua anda, walau sekecil apaun, biar angan dan cita kita terwujud.

    Regards

    BANBAN SITINJAK
    085242684442

    ::: Saya menempuh cara yang ágak mudah’: cetak sendiri. Sekarang sudah ada jasa setting, lalu tinggal cetak ke penerbitan. Cari saja yang biayanya hemat (biaya cetak tidak semahal yang kita duga!). Setelah itu untuk distribusi ada perusahaan yg spesialis itu, misalnya titip ke Mizan MMU (artinya saya lupa). Di setiap kota ada yg spesialis itu. Biasanya bisa kita temukan kalau sedang ada pameran buku. Mungkin di Yellow Pages juga ada. Selamat membuat buku.. :) khairul

    Comment by banban sitinjak — February 7, 2006 @ 3:56 am

  4. Gravatar Image
  5. Apa kita perlu mencapai suatu titik kulminasi untuk menjadi orang-orang sukses ?. Saya melihat, banyak orang sukses dan mampu mengubah dunia dilahirkan dan diinspirasi oleh suatu peristiwa yang luarbiasa dan ekstrim dalam pjalanan hidupnya. Bung Karno tergerak ketika teman-teman sesama pribumi dilecehkan anak VOC ketika duduk di SD. Begitu juga Bung Karno. Thomas A. Edison dikatakan bodoh dan dikeluarkan dari sekolah gara2 suka bertanya. Dia lalu bertekad untuk mampu belajar mandiri tanpa pendidikan formal. Rosul sendiri telah mengalami kejadian menyedihkan dengan kematian orang2 terdekat ketika kemudian 4JJI menurunkan perintah sholat. Buckminster pun tergerak dan mengalami pencerahan ketika hampir putus asa gara2 kematian anaknya.
    Saya sendiri sejak SMP sudah bercita-cita jadi wirausaha. Ketika SMP saya menemukan bahwa satu-satunya cara untuk menjadi kaya tanpa korupsi adalah menjadi pengusaha. Artinya, saya bermotivasi materi dan uang. Levelnya, saya butuh. Kini, motivasi itu bertransformasi. Menjadi pengusaha bukanlah kebutuhan tetapi kewajiban. Lebih dari cukup mencari alasan untuk cita-cita ini. Kalau semua sarjana jadi karyawan, siapa yang bakal menampung mereka?. Kapan kita bisa mandiri dari ketergantungan bangsa lain kalau tidak ada pengusaha anak negeri. Umat Islam membutuhkan amat banyak pengusaha yang mampu mengaplikasikan konsep Islam ke dalam kehidupan sehari-hari. Pengusaha yang mampu membangkitkan ekonomi umat. Bukannya ini udah jadi fardu kifayah?.
    Apa saya juga harus DO dari kuliah untuk sukses?. Terus terang saja. Saya amat sangat super tidak puas dengan pendidikan S1 yang saya peroleh. Saya pun yakin ketika kuliah di kampus PTN yang no.1 merk Indonesia pun tidak akan memuaskan dahaga dan pencarianku. Gara2 ini, sekarang 1 ½ tahun dari potensi DO. Bukan tidak mampu lulus 4 tahun, tapi rasanya gatal banget melihat atmosfir kampus. Bertahun-tahun mengabdikan diri berusaha memperbaiki kampus sesuai kapitas dan kemampuan yang saya miliki. Mengapa harus DO?. Saya melihat banyak orang sukses malah DO atau tidak terlalu pintar malah sukses. Butuh contoh?. Orang terkaya di dunia hingga detik ini Bill Gates tidak merampungkan studi di Harvard, M. Dell pemilik Dell, Purdi E Chandra pemilik primagama kuliah di 4 bidang tapi tidak kelar semua. Basiknya Saya paham sekali, yang menjadi titik poin bukannya DO atau terus kuliah. Yang menjadi titik poin adalah untuk apa saja waktu, kesempatan dan tenaga anda berikan?. Untuk gelar atau dasar kekayaan?. Gimana menurut mas Khairul ?.

    Comment by A. Purnomo — March 14, 2007 @ 11:19 pm

  6. Gravatar Image
  7. sip2. saya sangat tertarik dengan tulisan2 bung khairul, dan saya juga penggemar Robert T. kiyosaki. saat ini saya telah mulai membangun bisnis kecil kecilan, karyawan saya ada 35 orang. saya sangat bahagia karena telah bisa menciptakan pekerjaan bagi teman2 dan karyawan saya yang dulunya nganggur. keinginan saya adalah menciptakan lebih banyak lagi lapangan kerja agar pengangguran bisa diperkecil. tapi saya masih perlu banyak belajar dan tukar pikiran bagaimana cara membangun bisnis yang sukses. saya butuh ide2 dan masukan dari rekan2 semua disini. terimakasih.

    Comment by den_bagus — February 28, 2008 @ 3:34 pm

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2005/05/29/aeronautika-itb-mei-2005/





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here