Mungkinkah semua orang menjadi kaya?
Jawaban pertanyaan ini ditemukan dalam salah satu episode film Star Trek. Pada film tersebut terjadi pertemuan seseorang dari abad 20 dengan dari abad 25. Seseorang dari abad 20 bertanya berapa mahal biaya membuat pesawat Enterprise? Jawabnya, “Oh, di jaman kami (abad 25) tidak dikenal uang. Semua ini dibuat dengan mengubah energi.” Demikian kira-kira dialognya.
Secara teoritis sangat memungkinkan membuat semua orang menjadi kaya. Ambil premis yang mirip. Mungkinkah semua orang masuk surga? Jawaban yang saya yakini adalah mungkin. Sebab mustahil dengan sifat Tuhan yang Maha Pengasih maka ada manusia yang tidak diberi peluang masuk surga. Pasti semua diberi peluang masuk surga. Namun, kenyataannya tidak semua masuk surga, ada yang masuk neraka. Karena Tuhan menghendaki demikian? Jawabnya, karena manusia memilih sendiri masuk neraka.
Tentu pandangan awal yang saya yakini ini bisa berbeda dengan pandangan awal Anda. Saya meyakini bahwa semua manusia berkesempatan masuk surga. Dengan itu pula saya meyakini bahwa setiap manusia berkesempatan menjadi kaya. Mengapa kenyataannya tidak demikian? Tentu dikembalikan kepada sikap manusia itu sendiri.
Mari kita perjelas mengapa akan ada jaman dimana setiap orang mungkin kaya. Telah dikenal dalam kajian ilmiah bahwa manusia perlu makan untuk menyerap energi dari makanan. Manusia beraktifitas dengan menggunakan energi, baik dari minyak bumi, energi hidro listrik, energi surya, dan lainnya. Semua itu merupakan proses mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Di manakah asal muasal energi di bumi? Sumber utama : dari matahari. Tumbuhan mengubah energi matahari menjadi makanan yang disimpan dalam zat yang dihasilkannya. Kemudian melalui proses rantai makanan, sampailah energi tersebut kepada manusia. Demikian pula matahari menyampaikan energinya yang menyebabkan angin, panas laut, dan sebagainya. Matahari saat ini adalah sumber terbesar energi di bumi.
Mari kita andaikan ada suatu masa dimana energi dapat kita ciptakan dengan mengubah materi, dan sebaliknya materi diubah menjadi energi (yang sudah terbukti dalam proses nuklir). Teorinya sudah ada, yaitu E=mc^2 dari Einstein. Bila manusia telah mampu menguasai energi dengan hampir sempurna, maka secara teoritis proses penyediaan energi akan berkurang banyak. Tak perlu lagi manusia menanam tumbuhan, memelihara ternak, dan menangkap ikan. Semua makanan direkayasa langsung dari energi. Lagi-lagi ini pandangan yang ditampilkan dalam film Star Trek. Namun pandangan ini bukanlah sesuatu yang mustahil.
Seorang rekan mengatakan, “Ah, tidak mungkin sesorang bisa bebas finansial (kaya) tanpa ‘memperbudak’ orang lain… Kan kita harus bekerja?” Jawabnya : sangat mungkin. Kita tidak harus memperbudak manusia untuk mendapatkan penghasilan, sebagai gantinya kita bisa memperbudak mesin-mesin! Inilah pekerja yang terus-menerus berlaku menghasilkan kebutuhan manusia. Saya yakin, akan ada suatu jaman dimana teknologi manusia demikian efektif dan efisien untuk mengelola energi. Manusia bisa menggunakan bioteknologi untuk secara efisien menghasilkan pangan dari tumbuhan, bahkan mungkin bisa membuat mesin pembuat makanan langsung dari energi (lagi-lagi ini ide dari Star Terk…). Bisa kita lihat, sekarang sudah umum dibuat ‘daging’ dari tahu/kedelai, seperti yang dilakukan kaum vegetarian. Kini sebuah ‘rasa’ sudah bisa dimanipulasi, tinggal mencari cara menambahkan energi ke bahan makanan tersebut. Mustahil? Kalau Anda sekarang sedang menikmati telpon seluler dan internet, maka ide tersebut 50 tahun lalu juga baru ada dalam cerita fiksi. Sekarang teknologi mulai berhasil menggunakan hidrogen dan air sebagai sumber energi (teknologi fuel cell). Bioteknologi juga makin maju.
Sistem uang sebenarnya adalah bentuk pembelian jasa. Kita membayar petani bukan karena dia menciptakan padi, namun karena jasa dia merawat padi. Kita bayar pedagang karena jasa dia mendistribusikan hasil petani. Dan seterusnya. Kita membayar untuk penyelenggaraan jasa. Bagaimana kalau kemudian energi bisa dibuat sedemikian sangat-sangat murah (yang dengan teknologi maju ini mungkin)? Bila energi bisa sangat-sangat murah maka setiap orang dapat menjadi kaya untuk tingkat dasar. Ingat kembali bahwa kaya adalah perbandingan penghasilan pasif dengan kebutuhan pengeluaran (lihat tulisan sebelumnya). Artinya bila seseorang mampu mempertahankan biaya hidupnya, maka dengan penghasilan pasif yang setara pengeluaran tersebut dia sudah disebut kaya.
Sayangnya manusia sendiri yang tidak mau menjadi kaya dengan terus meningkatkan biaya pengeluaran karena meningkatnya aspirasi. Manusia selalu merasa tidak cukup, seperti teori Abraham Maslow. Karena itulah, dengan penghasilan berapapun yang bisa membuat seseorang menjadi kaya, tetap akan ada orang yang ‘memilih’ untuk menjadi ‘miskin’. Ini sama halnya dengan semua manusia diberi kesempatan masuk surga, namun selalu ada yang ‘memilih’ untuk masuk ‘neraka’.
Ah, sulit juga menuliskan ide yang filosofis. Kalau Anda masih bingung, maafkan saya yang belum mampu menuliskan konsep ini dengan sederhana. Moral dari tulisan ini adalah : kita bisa menciptakan sebuah dunia dimana semua orang menjadi kaya. Kita bisa.







iya mas, setuzu… contohnya orang jepun, kehidupan semua orang udah di atas rata2, tercukupi sandang, pangan dan papan. hanya sayang mareka belum tercukupi iman nya… hehehe
Comment by husna — October 5, 2005 @ 7:19 am
Setuju, semua orang sebenarnya bisa menjadi kaya…
tantangannya adalah menahan laju peningkatakn pengeluaran jauh dibawah laju peningkatan penghasilan pasif.
Pada suatu saat nanti pekerjaan-pekerjaan dasar tidak akan lagi dikerjakan manusia, biar robot2 yg diperbudak, tanpa protes, ketahanan kerja sistem bisa di optimalkan
Comment by Andi F — October 7, 2005 @ 7:59 am
Maksudnya kaya harta? PASTI nggak mungkin…Dunia ini pasti SELALU diisi oleh si kaya dan miskin, agar bisa saling mengisi. OK, katakan kita bisa memperbudak mesin-mesin. Terus, kalau nanti mesinnya rusak, siapa yang betulin?
Comment by Farid — October 24, 2005 @ 7:37 am
betul, bahkan dijaman keemasan rosul pada waktu itu sungguh sulit menemukan orang yang miskin, yang layak untuk disedekahi, ajaran saling berbagi dan bersubsidi silang sungguh pantas untuk ditiru, sehingga keadilan benar2 bisa dirasakan,
Menurut saya Indonesia adalah sebuah kekuatan luar biasa dalam mewujudkan hal itu, hanya saja kita tidak menyadarinya atau kita terlalu sibuk dengan hal yang jauh lebih rumit..
Comment by Koko, ajibawono (ji bao) — December 6, 2005 @ 1:23 am
Salut..Buat mas khairul!!Sebenarnya mereka yg telah membaca situs SEPIA ini,saya yakin mereka sudah “memperkaya”iman ,aspirasi,ilmu serta egonya masing2.Termasuk saya yg sudah “CLICK” dengan tulisan anda yg baik dan bagus tersebut.
Comment by Rony Prasetya — December 8, 2005 @ 7:45 am
Dengan kita mengenal bahwa ada space time yang berbeda…baca wikipedia tentang particle…tachyon..superluminal speed…maka semua orang menjadi kaya itu bisa terjadi. Artinya ada 7 milyar manusia dengan other universe sebanyak itu pula…maka setiap orang dapat menjadi kaya atau menjadi bill gates di alamnya masing-masing….Yang menjadi masalah adalah apakah engkau mampu menerima bahwa engkau sebenarnya sendiri di universe ini..sedangkan yang lain hanyalah photon dan force field…..apakah engkau mampu dan tidak gila menyadari bahwa anak..istri..keluargamu..bukanlah mereka yang sebenarnya…melainkan hanyalah kembaran universe yang satunya….
Demi Tuhan…hidup demikian tidaklah benar.
Comment by nanno — April 12, 2007 @ 10:22 am
memang saya tahu ,tetapi saya herannya segala kiat yang dapat membuat orang menjadi kaya ,kenapa saya selal melakukannya ,ini yang sangat mengherankan saya ,dan saya sangat ingin mencoba ,insa allah dengan bertahap tahap,oke
Comment by farid adnir — July 13, 2007 @ 11:56 pm
mas,tolong cariin pengertian biteknologi sekarang dan masa depan
Comment by ntep — November 5, 2007 @ 6:36 am