Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.


« Cara kaya 3 : Lompatan Kuantum KekayaanMungkinkah semua orang menjadi kaya? »

September 25, 2005

Milik Anda belum tentu Rizki Anda

Ada yang kaya, tapi sakit. Kekayaannya tidak dapat dia nikmati. Ada yang tidak punya kendaraan, tiba-tiba dapat tumpangan. Tidak memiliki, namun mendapat manfaat dari milik orang lain.

Sering orang mengatakan mencari rizki dengan maksud mencari uang. Itu benar. Lebih benar lagi bila meyakini bahwa rizki tidak selalu berbentuk uang. Kesehatan, kepandaian, tumpangan, cinta, semua merupakan rizki. Sesuatu yang bisa kita ambil manfaatnya adalah rizki bagi kita.

Sebaliknya, sesuatu yang tidak bisa kita ambil manfaatnya atau kenikmatannya, maka itu belum menjadi rizki. Seseorang beli rumah, namun tidak pernah dapat dia singgahi (misalnya ini rumah ke dua), maka belum disebut rizki. Baru disebut sebagai milik. Jadi, sesuatu yang menjadi milik, belum tentu menjadi rizki.

Mana yang kita cari, rizki atau milik? Tentu saja keduanya sama pentingnya. Memiliki sesuatu berarti berpotensi mendapat manfaat dari sesuatu itu dengan lebih leluasa. Memiliki berarti mempunyai kuasa kemerdekaan untuk mengambil manfaat.

Yang merugi adalah seseorang yang memiliki sesuatu namun kurang mendapat manfaat darinya. Artinya barang itu tidak menjadi rizki. Misalnya seseorang yang mengumpulkan banyak uang. Lalu uang itu hanya ia simpan. Maka ia kurang mendapat rizki. Uang tersebut baru menjadi rizki ketika dia gunakan untuk membeli sesuatu, dia sedekahkan misalnya, atau dia pinjamkan sebagai modal bagi orang lain. Dengan dipinjamkan misalnya, uang itu menjadi rizki buat yang ditolong karena dapat dijadikan modal usaha, dan menjadi rizki bagi yang menolong karena memberi pahala. Yang tragis adalah seseorang yang menumpuk-numpuk harta, lalu dia sakit, lalu hartanya dipakai istrinya menyeleweng, dan dipakai anaknya narkoba. Ini betul-betul milik yang luput jadi rizki. Hartanya luput jadi rizki, istrinya luput jadi rizki, anaknya pun luput jadi rizki.

Di sisi lain banyak juga orang yang sedikit memiliki namun banyak rizki. Misalnya karena berada di dekat sebuah bank, maka rumah seseorang ikut terjaga oleh satpam bank tersebut. Tidak punya rumah, eh disuruh tunggu rumah sesorang yang punya banyak rumah. Mau sekolah, eh dapat beasiswa. Nggak bisa beliin baju buat lebaran, eh anaknya pengertian bahkan menghibur orang tuanya. Itu semua wujud rizki dari Tuhan.

Nah, biar milik Anda segera menjadi rizki, maka pakailah, gunakanlah, ambil manfaatnya, baik untuk diri sendiri maupun untuk menolong orang lain. Barulah milik itu mempunyai nilai sebagai rizki.

khairulu Silahkan beri komentar ya..., tanya, kritik, atau menambah ...
Komentar Anda akan turut menyempurnakan ilmu kami, dan berharga buat pembaca lainnya. Tks! - khairul -

1 Comment »

    Gravatar Image
  1. Bahagiaa kayaknya dh abis baca artikel ini…kayaknya banyak banget rizki yg udah mau mampir ama kita tapi ga pernah kita syukuri(kt sdari aja ngga!)…terkadang kita terlalu terkungkung ama pikiran n keinginan kita(t’utama soal materi)tapi kt seringkali ga sadar kalo banyak hal yang jauuhh lebih indah daripada materi itu sendiri.

    Comment by pratama — October 23, 2005 @ 4:59 pm

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2005/09/16/sukses-yang-menyenangkan-dan-sukses-yang-membahagiakan/





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here