Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.


« Kapan Anda merasa sukses?Cara kaya 3 : Lompatan Kuantum Kekayaan »

September 16, 2005

Sukses yang Menyenangkan dan Sukses yang Membahagiakan

luncuranAda dua jenis sukses, yang menyenangkan dan yang membahagiakan. Dimanakah bedanya?

Beda di sebabnya. Sukses yang menyenangkan dikarenakan sukses MEMILIKI sesuatu. Sukses yang membahagiakan dikarenakan sukses MENUNAIKAN sesuatu.

Sukses yang menyenangkan misalnya meraih gelar, memiliki mobil, atau punya anak yang lucu. Dengannya kita merasa senang dan gembira. Sedangkan sukses yang membahagiakan misalnya mampu menyekolahkan anak, mampu menolong orang sakit, atau mampu menyelesaikan tugas yang kritis dan penting. Dengannya kita merasa puas dan bahagia. Ibaratnya orang ikut lomba naik sepeda. Ketika sampai di tempat tujuan, peserta mendapat hadiah. Hadiah itu membuat senang. Sedangkan mampu menyelesaikan tugas bersepeda hingga finish menimbulkan perasaan berdaya yang membahagiakan. Tak heran ada orang yang mengatakan sukses adalah suatu perjalanan. Yang dimaksud tentunya adalah sukses jenis yang menunaikan misi.

Mari kita ilustrasikan lagi dengan kejadian umum, misalnya seorang pemuda mahasiswa yang lulus kuliah dan menjadi sarjana. Apakah dia senang atau bahagia? Pemuda tersebut merasa senang karena sukses meraih gelar sarjana (sifat: memiliki gelar). Pemuda tersebut bahagia karena menyenangkan hati orang tuanya (sifat: menunaikan tugas sebagai anak yang berbakti). Dia juga merasa puas hati karena merasa punya masa depan lebih baik (sifat: memunaikan tugas untuk menyiapkan masa depan bagi dirinya).

Ilustrasi lain. Misalnya seseorang membeli mobil baru. Dia senang karena memiliki mobil sehingga dia dapat menggunakannya untuk bepergian dengan mudah. Bila dia sudah berkeluarga maka dia bahagia karena dapat bertindak (menunaikan tugas) sebagai suami atau ayah yang baik, dengan menyediakan transportasi yang mudah untuk keluarganya. Kalau dia belum berkeluarga, dia bahagia karena mampu (menunaikan tugas) meningkatkan kemudahan dalam pergi bekerja bagi dirinya sendiri, misalnya.

Bila kita perhatikan maka jenis sukses yang menyenangkan berfokus pada memiliki wujud dari pencapaian, misalnya benda, status, jabatan, dsb. Sedangkan jenis sukses yang membahagiakan adalah sukses yang berfokus pada menunaikan tugas atau misi. Dalam hal ini orang tersebut mengemban suatu peran, misalnya peran sebagai seorang anak, seorang suami, seorang ayah, seorang karyawan, seorang pribadi yang mengemban misi untuk diri sendiri, atau orang lain, atau keluarga, atau untuk alam semesta. Belum tentu dia merasa senang dalam meraih sukses itu (mungkin dengan kepedihan, kepayahan, kehilangan uang, bahkan luka, dsb), namun dia dapat merasa bahagia.

Jadi sebuah sukses mampu memberikan rasa senang dan rasa bahagia sekaligus. Senang dikarenakan memiliki sesuatu, sedangkan bahagia dikarenakan menunaikan sesuatu. Oleh sebab itu dalam menjalani kegiatan sehari-hari, seseorang selain bercita-cita untuk memiliki sesuatu (harta, kedudukan, gelar, dsb) maka sebaiknya dia perlu merumuskan suatu misi untuk banyak peran yang dia pilih (sebagai karyawan, kepala keluarga, pribadi yang terus memperbaiki diri, dsb). Misalnya seorang karyawan PLN, dia bekerja keras dengan cita-cita naik karir lebih tinggi, selain itu juga menyadari bahwa tugasnya adalah memberikan layanan listrik kepada banyak orang yang memerlukan (ada orang yang sakit, ada yang belajar, ada yang bekerja, dsb). Dia senang bila karirnya semakin tinggi. Selain itu dia juga bahagia kalau tugasnya terselesaikan dengan baik, terlepas apakah karirnya naik atau tidak. Karir erat kaitannya dengan visi (kecerdasan aspirasi), sedangkan menyediakan listrik erat kaitannya dengan misi (kecerdasan spiritual).

Bila Anda ingin senang dan bahagia sekaligus, maka peluang itu ada bila visi Anda juga memiliki misi (aspirasi yang bernilai spiritual). Senang muncul karena mewujudkan visi, dan bahagia muncul karena menunaikan misi.

khairulu Silahkan beri komentar ya..., tanya, kritik, atau menambah ...
Komentar Anda akan turut menyempurnakan ilmu kami, dan berharga buat pembaca lainnya. Tks! - khairul -

7 Comments »

    Gravatar Image
  1. Saya Inggin Bertanya Apa.. Arti Sukses Itu. ? Sedangkan Saya ini Sudah Sering Kali Berusaha Namun Selalu dalam Keadaan Kurang. Apa Penyebap nya….?

    >>> Sukses dapat memiliki makna berlainan bagi setiap orang. Ada yg fokus pada hasil, ada yang cukup dengan perjalanan meraih sukses itu. Sukses pada satu bidang belum tentu sukses pada bidang lainnya. Kita perlu sukses dalam banyak peran. Tulisan Kapan Anda merasa sukses? semoga menjawab pertanyaan arti sukses. Tulisan 5 langkah SEPIA semoga dapat melacak penyebab kita sulit meraih sukses. Saya juga terus belajar. :) khairulu

    Comment by Edi, SH — October 13, 2005 @ 9:38 am

  2. Gravatar Image
  3. bagai mana cara membina rumah tangga ,sedangkan sang istri jauh dari agama,kami menikah gara-gara kecelakaan.?

    >>> Selama belum mati, manusia diberi kesempatan selalu untuk manjadi lebih baik dengan tobat. Biarpun kesalahan segunung pasti akan dihapus kalau kita tobat. Biarlah yang lalu dihapus dengan tobat, seperti juga Umar bin Khattab yg menyesal karena mengubur hidup-hidup anak gadisnya, atau juga seperti kisah pembunuh yang mati masuk surga dalam perjalanan bertobat. Tulisan mas Herry berjudul Taubat yang jelek banget bisa menghibur, dan isinya memang betul.
    Seni menikah sebenarnya sederhana : saling menghormati. Kalau pasangan masih sering ribut pasti karena ada yang kurang rasa hormatnya. Setelah itu lakukan 2 jurus ampuh yaitu sabar dan syukur. Sabar atas hal yang belum kita miliki, dan syukur atas hal yang sudah kita miliki. Insya Allah segala masalah dapat diselesaikan. Tulisan mas Herry berjudul Rasa Cinta menarik untuk dikaji. Selamat membacanya. :) khairulu

    Comment by Edi, SH — October 13, 2005 @ 9:44 am

  4. Gravatar Image
  5. your answer by indonesia langguage!

    sure, b’cos my english still just a little.. usually i speak english in tarzan style. ’sing penting’ understand. :) khairulu

    Comment by Edi, SH — October 13, 2005 @ 9:48 am

  6. Gravatar Image
  7. kamu kan ngebahas tentang arti sukses…
    nah saya juga berfikir pasti asyik yach jadi orang sukses….
    saya ingin sukses…
    tetapi saya kira saya tidak mempunyai bakat…
    saya sering melamar pekerjaan menjadi seorang penyiar d beberapa radio…
    tetapi saya selalu gagal….
    saya sedih sekali…
    saya putus asa…
    bagaiman yah biar saya berhasil…
    tolong bantu saya memecahkan masalah saya yah…
    cuz saya jadi nggak percaya ma diri saya…
    kenapa saya lemah…
    mohon bantu memecah kan masalah saya….
    terimakasih…

    ::: Iin sebenarnya sudah sukses. Sukses untuk tidak jadi depresi. Sukses bisa kita bagi 2 : sukses meraih sesuatu, dan sukses menghindari sesuatu. Tetap tabah juga merupakan suatu sukses. Karena itu menjadi ’sabar’ dan ’syukur’ adalah jalan sukses. Asal tetap tabah (sabar), asal tetap merasa bahagia (syukur), Iin sudah sukses.

    Selanjutnya mari kita lakukan evaluasi : Kira-kira di bagian mana ya masih kurang sebagai calon penyiar radio? Suara kurang khas? Kurang riang? Di bagian mana Iin yakin punya keunggulan sebagai penyiar? Suara syahdu? Suara sendu? Ingatan dan selera lagu yang istimewa? Ditolak saat melamar kerja seringkali bukan karena kita itu jelek, tapi kita dipandang tidak cocok dengan pekerjaan itu (yang tahu ya si pewawancara). Tidak tepat di suatu tempat, belum tentu tidak tepat di tempat lain. Dengan mengenal lebih baik kelemahan dan kekuatan sendiri tentu Iin bisa memilih jenis penyiar radio macam apa yang cocok buat Iin.

    Atau mungkin Iin punya talenta lain yang lebih tepat? Mungkin saja jadi penyiar di mall? Mungkin jadi ‘dubber’ (pengisi sulih suara) film anak-anak? Mungkin jadi pembaca audio book? Kita sendiri yang bisa menentukan ’strategi landak terbaik’ untuk kita, yaitu dimana talenta terbaik kita, dimana orang mau bayar kita, sekaligus dimana hal yang membuat bahagia kita. Tentu dengan terus mencoba.

    Iin kenal Kolonel Sanders yang jualan ayam goreng KFC? Siapa sangka seorang pensiunan tentara ternyata punya bakat sukses bikin restoran ayam goreng. Dengan menjadi lebih santai dan terbuka kepada semua kesempatan, kita lebih berpeluang menemukan pekerjaan yang paling membahagiakan untuk kita. Saya sendiri terus belajar dan terbuka dengan kesempatan yang datang. Bagi saya sukses terbaik adalah menjadi bahagia, apapun bentuk pekerjaannya. :)

    Tips : sering-sering tepuk dada kiri atas dan ucapkan “Iin, kamu baik, kamu beruntung, kamu bisa!”

    khairul

    Comment by iin — November 24, 2005 @ 7:28 am

  8. Gravatar Image
  9. Tidak menyangka…kesuksesan bisa dipartisi menjadi kesuksesan membahagiakan dan kesuksesan menyenangkan. Kalau saya sih milih dua-duanya dong (dasar manusia…) .

    Comment by A. Purnomo — March 9, 2007 @ 10:14 pm

  10. Gravatar Image
  11. Nimbrung nih mas,…

    Ada satu cerita motivational yg terkait dengan kata sukses. Inti temanya : sukses tidak kenal kata terlambat.

    Kisah sukses seorang Ray Kroc, pemilik McDonalds (restorant fast food yg terkenal di dunia)

    Beliau tuch, menurut sumber (koran sinar harapan), adalah sales man yg hidupnya sederhana (klo g boleh dibilang miskin). Bertahun-tahun dia menjadi sales man, dari satu perusahaan A sampai Z, tp hidupnya ttp tidak berubah. Sampai keputusannya untuk berhenti jd salesman dan buka kios fassfood sendiri dg modal seadanya di saat beliau umur 50 th. ya…50 th, beliau belum punya apa2, dan baru akan mencoba peruntungan bekerja secara mandiri. Wow, apa gak ketua’an tuch?? Yah begitulah kenyataannya. Beliau hanya modal tekad, dah….itu aja…. Tapi skarang qta tahu, restonya terkenal di seluruh dunia….

    Ada lagi nich, seniwati ”Grandma” Moses yang mulai melukis pada saat berumur tujuh puluh lima tahun dan menikmati dua puluh enam tahun kesuksesan karir di penghujung hidupnya.

    Mudah-mudahan bisa jadi wacana bila kita merasa putus asa, ato takut melakukan sesuatu krn berpikir dah ‘kepenthok’ umur. Smoga bermanfaat. Trima kasih.

    Comment by Krisna — December 25, 2007 @ 5:54 pm

  12. Gravatar Image
  13. Sukses itu sebenarnya proses itu sendiri, bukan hasil akhir. Siapa orang yang bisa menjalani atau melalui proses hidup dengan baik sesuai norma dan kaidah agama dia telah sukses hidupnya.Jadi tidak perlu nunggu menjadi pejabat atau menjadi pengusaha, semua orang sebenarnya tiap hari telah sukses jika mengikuti kaidah agama. Sebaliknya meskipun seseorang meraih jabatan yang tinggi, atau berhasil menjadi pengusaha yang kaya raya, atau menjadi figur terkenal sekalipun, kalau prosesnya melanggar atau tidak sesuai dengan norma atau kaidah agama tentunya dia bukan sukses.

    Comment by Lakip — March 6, 2008 @ 11:13 am

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2005/08/07/menyikapi-nasib-buruk/





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here