Kapan Anda merasa sukses?
Anda pernah merasa sukses? Kapan Anda merasa sukses?
Saya merasa sering sukses. Sukses sekolah, artinya naik kelas walau belum tentu juara kelas. Sukses menikah, sukses jalan-jalan wisata, sukses makan, bahkan sukses menambah berat badan.
Jadi apa itu sukses? Sukses adalah berhasil meraih apa yang kita inginkan. Kalau sesuatu itu tidak kita inginkan, maka belum layak disebut sukses. Misalnya Anda inginnya roti, dapatnya intan. Ya mungkin tidak sukses, karena misalnya Anda terdampar di pulau terpencil di tengah samudera, Anda butuh roti bukan intan. Jadi ada sesuatu yang diinginkan dan ada suatu pencapaian.
Lalu mengapa orang masih sibuk mencari sukses? Training-training sukses bertebaran, seminar sukses diselenggarakan, dan buku-buku tentang sukses terus ditulis? Pertama, karena setiap manusia secara fitrahnya akan terus mempunyai keinginan. Keinginan adalah sesuatu yang wajar, baik, bahkan dianjurkan. Saat keinginan belum tercapai maka seseorang memang belum sukses. Alasan kedua adalah karena tidak tahu. Boleh jadi seseorang sebenarnya sudah sering sukses, namun dia tidak tahu bahwa sesuatu yang telah dicapainya itu sesungguhnya amat bernilai. Dia merasa tidak sukses karena menganggap bahwa yang dia dapat tidaklah bernilai. Justru orang lainlah yang melihat dia sudah sukses. Jadi, sebab pertama adalah karena belum mencapai sesuatu, sebab kedua adalah karena tidak tahu bahwa sesuatu yang telah dicapai sebenarnya bernilai.
Kita menginginkan sesuatu karena menurut kita sesuatu itu bernilai (valuable). Yang luput dari sebagian besar orang adalah bahwa sukses yang dikejar semestinya seimbang dalam berbagai bidang karena ada banyak hal bernilai dalam kehidupan ini. Brian Tracy, seorang pakar pengembangan diri, dalam bukunya Focal Point merumuskan 7 bidang yang bernilai bagi manusia, yaitu :
-
1.Bisnis dan karir
2.Keluarga
3.Uang dan investasi
4.Kesehatan
5.Pengembangan Diri
6.Sosial
7.Spiritual
Jika kita perhatikan maka dimensi pribadi, orang terdekat, umat manusia, dan alam semesta bisa tercakup dalam 7 bidang tersebut. Misalnya dalam bidang keluarga, seseorang dapat memiliki banyak peran. Misalnya seorang yang lelaki yang sudah berkeluarga, maka peran dia adalah seorang suami, sekaligus ayah, sekaligus anak (apabila orang tuanya masih ada). Maka dia semestinya menjadi suami yang baik, ayah yang baik, sekaligus anak yang baik (dengan terus berbakti dan sering menyapa orang tuanya). Akan menjadi pincang kalau dia menjadi suami yang baik ke istrinya, tapi kasar kepada anak, dan lupa pula melayani orang tuanya.
Yang paling sering terjadi adalah orang menganggap sukses hanya ada di karir dan uang. Sehingga sering terjadi karirnya memang sukses, uangnya banyak, namun keluarganya berantakan, istrinya selingkuh, anaknya narkoba. Dia sendiripun badannya sakit-sakitan karena kerja keras tanpa istirahat yang cukup. Ujung akhirnya hanyalah tragedi dimana sesorang kehilangan kebahagiaan. Ini dikarenakan salah memandang sukses secara parsial. Stephen Covey, penulis 7 Habits of Highly Effective People, menyatakan bahwa orang yang sukses di karir namun gagal dalam berkeluarga, patut dipertanyakan karakternya. Mungkin dia tidak tulus di dunia karir, karena menurut Covey karakter seseorang akan dibawa ke bidang apapun yang dijalaninya. Sukses harus seimbang di berbagai bidang. Karena itulah berhasil menikmati makan pun bisa disebut sukses dari sudut pandang kesehatan fisik dan jiwa (kecuali kegiatan makan tidak Anda pandang bernilai, sehingga tidak diinginkan). Berapa banyak orang yang tidak mampu makan karena menderita sakit di tenggorokan, lalu akhirnya harus pakai selang ke lambung? Kesehatan sangatlah mahal nilainya, karena itu menjadi sehat adalah suatu sukses yang luar biasa. Selain itu berapa banyak pula orang berkelimpahan makanan namun tidak menikmatinya? Karena pikirannya terlalu sibuk dengan banyak hal maka dia lupa menikmati kelezatan makanan itu. Jika demikian maka orang tersebut gagal menikmati makan. Mungkin Anda berpikir bahwa makan bukan sesuatu yang bernilai, tapi ada lho orang yang belum tentu hari ini bisa makan kenyang.
Kapan Anda merasa sukses? Setiap saat kita bisa merasa dan menikmati sukses, baik yang besar maupun yang kecil. Memberi selamat kepada diri sendiri atas apa yang sudah dicapai merupakan perwujudan rasa syukur. Hal ini menanamkan kepada alam bawah sadar bahwa kita adalah insan yang sukses. Dengan sering memberi selamat kepada diri sendiri, kita menjadi semakin percaya diri dan lebih bahagia.
Lebih jauh bila kita tinjau secara spiritual, maka sukses sejati adalah terpenuhinya tugas kita sebagai manusia. Apa tugas kita sebagai manusia, saya kembalikan kepada diri masing-masing. Kabarnya, intuisi kita mampu mengenali tugas unik yang kita emban di dunia ini. Anda tentu yang bisa merasakannya sendiri. Bagi saya pribadi, sukses bisa disimpulkan menjadi satu hal : khusnul khotimah (akhir yang baik). Artinya kita kembali kepada-Nya dalam keadaan yang terbaik sebagai manusia.
Ide topik : Fian.







Saya setuju dg akhir yang baik. kalo menurut saya hidup itu perjalanan, jadi dalam suatu perjalan kita sering mendapatkan sukses ato kebalikannya, tapi sebenarnya semua sukses dalam perjalan itu tidak akan berarti apapun, kalo tujuan utama kita dalam akhir perjalanan malah tidak tercapai.
contohnya baru saja saya liat berita, seorang profesor PTN di Bandung (berarti dia sukses dlm bidang akademis, wong sudah sampai jenjang tertinggi kok).
tapi meninggal dunia di lokalisasi setelah berkencan….(saya rasa ini bukan khusnul khotimah). pada akhirnya kesuksesan yg dia raih akan tidak akan bermakna ketika orang mengenangnya karena kejadian di akhir hidupnya..bukan kejadian ketika sukses.
itu sebagai contoh aja biar kita termotivasi utk mencapai kesuksesan yang hakiki.
Jadi prinsip saya, setiap orang bisa berubah…jadi kalo melihat orang saya cenderung melihat integral…bukan bagaimana dia sekarang, karena besok mungkin berbeda bisa semakin baik ato semakin buruk (wah ini ga’ nyambung sama kesuksesan) udah ah
Comment by sepia — September 27, 2005 @ 9:54 am
Sukses itu tergantung dari puas atau tidaknya sesorang. Jika orang belum merasa puas dengan yang telah dimilikinya, maka dirinya akan selalu mengatakan bahwa ia belum sukses, walaupun orang memandangnya berbeda.
Comment by prima tiko — September 28, 2005 @ 12:16 pm
Sukses jangka pendek adalah bahagia dunia. Sukses jangka panjang adalah bahagia akhirat. Sederhana kan.
Comment by A. Purnomo — March 9, 2007 @ 10:14 pm
mas saya mo tanya klo qta sering ngersa hampa sesudah mengerjakan sesuatu napa ya ??
pdhal tmn2 yang laen bisa seneng2 gitu.
tp klo saya ngerasa ada aja yang ganjel??
mohon di bales ya masssssss
^_^
Comment by q bil — September 4, 2007 @ 6:34 pm
definisi kesuksesan yang berbeda-beda membawa pengaruh yang berbeda-beda pada setiap orang. cara pandang terhadap sesuatu akan mendorong orang itu untuk sukses atau tidak dalam menggapai keinginannya.
Comment by ade candra — November 3, 2007 @ 3:33 am
Saya sependapat bahwa kesuksesan sejati adalah terpenuhinya tugas sebagai manusia.Dan tidak sepantasnya ketika kita meraih suatu kesuksesan lantas menjadi sombong.Justru seharusnya kesuksesan tersebut harus menjadi motivator untuk mencapai kesuksesan sejati.
Comment by Doni — November 9, 2007 @ 8:37 am
Kata guru saya, kapan kita di katakan sukses. kalo kita sudah bener-bener masuk syurga jannatun naim, yang epnuh keni’matan.
Entah lah syurga aja masih abstrak kok…jadi bingung…
Comment by hemdi — November 29, 2007 @ 7:59 am
sukses itu dimulai dengan Bismillah, disudahi dengan alhamdulilliah.
memulai dengan ridho Allah dan mengakhiri dengan ridho Allah.
jadi… S’mangat!!! (^_^)/
Comment by gadis — January 14, 2008 @ 9:24 am
sukses,,,
orang bisa dikatakan sukses,,,
ya,,,klo kta sudah mendapatkan apa yang kita inginkan,,,
tapi setelah dapet apa yang kita inginkan,,,
eh malah pengen yang lain lagi,,,
maka kta bisa di bilang sukses berkali-kali,,
hehe,,,
Comment by yunita — April 9, 2008 @ 9:40 am
usahakan untuk terus bersyukur atas apa yang telah kita dapat…
karena itu bisa memaknai hasil usaha kita…
Comment by tieeFa — May 2, 2008 @ 1:44 am
Rahasia sukses ada pada diri kita masing-masing, karena kesuksesan tidak dapat diukur secara material saja, tetapi kapan&dimana kita dapat menyelesaikan segala suatu permasalahan dalam suatu kondisi dengan bijak dan teratur.pendapat saya jika hidup adalah pilihan, maka suksespun merupakan pilihan hidup yang sempurna…….:)
TIDAK ADA YANG MUDAH, TETAPI TAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN
Comment by Anitha — May 18, 2008 @ 7:48 am