Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.


« Salah Mengartikan Zuhud adalah MiskinKapan Anda merasa sukses? »

September 11, 2005

Cara Kaya 2 : Indikator Kaya adalah Wealth Ratio lebih besar daripada 1

santaiDulu waktu saya masih kecil, yang disebut orang kaya adalah mereka yang mempunyai uang jutaan. Karena itu ada sebutan ‘jutawan’. Sekarang gaji di atas sejuta sudah umum, bahkan sudah dirasakan kurang memadai. Sekarang orang kaya adalah mereka yang mempunyai uang milyaran, atau disebut milyuner. Apakah nanti milyuner tak lagi disebut kaya?

Mengukur kekayaan dari sesuatu yang fisik tak lagi menjadi ukuran yang tepat. Mobil bagus? Bisa kredit. Rumah bagus? Kredit juga. Kartu kredit? Mahasiswa juga punya. Ponsel? Anak SD pun sekarang punya. Golf? Dibayarin temen. Jadi apa dong ukuran kaya yang lebih tepat?

Setelah lama mencarinya maka saat ini saya paling setuju dengan rumusan Robert Kiyosaki. Rumusan itu disebut Wealth Ratio (WR), yang dia tulis di buku Retire Young Retire Rich. Rumusannya sederhana seperti ini :

rumus kaya

Menurut rumusan tersebut, seseorang baru dapat disebut kaya setelah WR >= 1. Apa maksudnya?

Mari kita bahas secara singkat apa itu Penghasilan Pasif. Penghasilan Pasif (Passive Income) adalah penghasilan yang didapat dengan keterlibatan yang sangat-sangat minimal. Misalnya, seorang penulis mendapatkan royalti dari penjualan bukunya. Sebelumnya saat dia menulis buku maka dia bekerja dengan keras, dengan keterlibatan maksimal. Namun setelah buku tersebut terbit dan laku, maka selama 70 tahun (masa copyright buku) selanjutnya dia berhak menerima royalti tanpa harus bekerja lagi. Contoh lainnya adalah seseorang yang menyewakan kamar kos ke mahasiswa. Setiap bulan (atau tahun) dia mendapat uang sewa tanpa dia mengeluarkan tenaga lagi. Inilah contoh penghasilan pasif. Pada dasarnya semua pendapatan yang diperoleh tanpa kerja langsung dapat disebut pendapatan pasif, seperti misalnya bunga deposito, penghasilan multi-level-marketing dari aktivitas downline, uang pensiun, deviden saham, royalti lagu, pendapatan franchise, dan sebagainya.

Dengan demikian bila seseorang mempunyai Penghasilan Pasif setara dengan Pengeluaran, maka secara definitif dia tidak perlu lagi bekerja. Setiap bulan dia dapat mencukupi kebutuhannya tanpa bekerja. Inilah yang disebut kaya, layaknya raja-raja jaman dahulu yang tidak perlu bekerja mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Mari kita ilustrasikan konsep tersebut dengan contoh Toni dan Joni. Toni berpenghasilan 1 milyar sebulan, sedangkan Joni hanya 5 juta sebulan. Siapa lebih kaya? Kita lihat dulu pengeluarannya. Pengeluaran Toni ternyata 1 milyar 50 ribu rupiah tiap bulan. Ini berarti Toni tekor (minus) 50 ribu setiap bulan. Jelas dia sebenarnya bangkrut. Sebaliknya Joni hanya perlu pengeluaran 4,5 juta sebulan, karena gaya hidup yang sederhana. maka setiap bulan dia masih bisa menabung 500 ribu. Joni lebih kaya dibanding Toni?

Joni sesungguhnya belum kaya. Joni baru ‘berpotensi’ kaya. Mengapa? Mari kita bandingkan Joni dengan Roni. Penghasilan Joni sebagai karyawan perusahaan besar adalah 5 juta sebulan, sedangkan penghasilan Roni yang didapat dari kontrakan kamar untuk para buruh hanyalah 2 juta sebulan. Roni pengangguran, dan kamar-kamar kontrakan itu merupakan warisan dari orang tuanya. Pengeluaran Roni hanya 2 juta sebulan. Siapa lebih kaya?

Jawab : Roni. Mengapa? Karena penghasilan Roni adalah penghasilan pasif (tanpa kerja langsung) sedangkan penghasilan Joni adalah aktif (dengan kerja langsung). Jadi Toni dan Joni berpenghasilan aktif, sedangkan Roni berpenghasilan pasif. Di antara mereka bertiga Roni si pengangguranlah yang paling kaya. Mari kita analisis dengan rumus Rasio Kekayaan (Wealth ratio / WR)

Toni
Penghasilan : 1.000.000.000
Pengeluaran : 1.000.050.000
Saldo : - 50.000
Potensi makin kaya : negatif karena tekor setiap bulan
Penghasilan pasif : 0
WR Toni = 0/1.000.050.000 = 0

Joni
Penghasilan : 5.000.000
Pengeluaran : 4.500.000
Saldo : + 500.000
Potensi makin kaya : positif karena bisa nabung setiap bulan
Penghasilan pasif : 0
WR Joni = 0/4.500.000 = 0

Roni
Penghasilan : 2.000.000
Pengeluaran : 2.000.000
Saldo : 0
Potensi makin kaya : nol karena tidak ada saldo
Penghasilan pasif : 2.000.000
WR Roni = 2.000.000/2.000.000 = 1

Dapat kita lihat bahwa nilai penghasilan yang besar tidak akan menolong seseorang selama pengeluarannya tidak terkendali. Ketika seseorang mampu menabung maka dia berpotensi menjadi kaya. Namun semua itu belum menjadi penting hingga tabungan tersebut berhasil diubah menjadi penghasilan pasif (passive income).

Dengan demikian Roni sudah kaya, namun potensi lebih kaya tidak ada karena tidak punya saldo. Walau begitu penghasilan pasif tidak harus menggunakan modal tabungan, ada yang bisa diciptakan sendiri misalnya membuat lagu dan mendapat royalti. Kondisi Roni dapat berubah ketika pengeluaran bulanan dia meningkat (karena menikah, punya anak, sakit, dsb). Bila pengeluaran menjadi lebih tinggi dari penghasilan pasif maka otomatis Roni berubah status dari kaya (WR >= 1) menjadi miskin (WR < 1).

Joni saat ini belum kaya (WR = 0), namun bila Joni mampu mengubah modal tabungannya menjadi penghasilan pasif, maka dia bisa menjadi kaya. Apabila tabungan yang Joni kumpulkan ternyata gagal diubah ke penghasilan pasif (misalnya kemudian habis hanya untuk membeli barang konsumsi), maka Joni kembali tidak berpeluang kaya.

Jadi ukuran kaya adalah WR seseorang. Kekayaan seseorang terus berubah (naik-turun) bergantung kedisiplinan dia dalam mengusahakan Penghasilan pasif dan mengelola Pengeluaran. Ukuran WR ini sangat penting dalam proses menuju kaya, karena dengan terus memantau ukuran ini kita punya panduan yang jelas untuk bertindak. Saya sendiri mendapat banyak manfaat dengan panduan WR ini. Suatu saat WR saya mencapai 0,4 lalu di saat lain karena kesalahan investasi (baca : pembelajaran, hehe) kembali turun menjadi 0,15 (ngomong-ngomong, bagaimana WR Anda, masih nol ?). Jelas saya belum kaya, tapi saya yakin - selalu opsimis- bahwa menjadi kaya itu sangat realistis dan dapat dilakukan oleh semua orang, tak peduli terlahir kaya atau miskin. Sejarah sudah membuktikan hal itu.

khairulu Silahkan beri komentar ya..., tanya, kritik, atau menambah ...
Komentar Anda akan turut menyempurnakan ilmu kami, dan berharga buat pembaca lainnya. Tks! - khairul -

11 Comments »

    Gravatar Image
  1. “Kaya” bagi saya bukan dihitung dari seberapa besar uang
    yang dimiliki tetapi dihitung dari seberapa besar kepedu-
    lian kita untuk memberi…cobalah!! Pasti “kaya” dapat
    dirasakan.

    Comment by Ria Kusuma — October 6, 2005 @ 12:33 am

  2. Gravatar Image
  3. “Kaya” bagi saya yaitu bila segala kebutuhan kita terpenuhi dan kita masih mampu untuk membantu orang lain dalam memenuhi kebutuhannya.Bila kita mampu membantu memenuhi kebutuhan orang lain maka kita akan merasa “LEBIH” itulah yang disebut “KAYA’.

    Comment by BAUL HARDHIANTO — October 23, 2005 @ 3:15 pm

  4. Gravatar Image
  5. Kaya = Perasaan Cukup

    Comment by Farid — October 24, 2005 @ 7:27 am

  6. Gravatar Image
  7. apa saja jenis usaha yang bisa menghasilkan pasif income

    dijawab dg tulisan ini aja ya… khairul

    Comment by ayu — October 25, 2005 @ 7:11 am

  8. Gravatar Image
  9. untuk bisa kaya menurut kiyosaki juga harus bisa mengenali perbedaan antara aset(barang yang bisa memasukan uang ke kantong kita) dan liabilitas(barang yang akan merogoh dan mengambil uang dari kantong kita).berarti untuk bisa mempunyai sebuah pasife income kita juga perlu jeli memilah milah mana barang yang merupakan aset dan liabilitas bisa disimpulkan bahwa jika aset lebih besar pasife income jika tuhan mengijinkan pasti ditangan.

    ::: Setuju. Ilmu paling dasar dari menjadi kaya adalah ilmu membedakan asset dan liabilities. khairul

    Comment by phik_ — November 2, 2005 @ 12:44 am

  10. Gravatar Image
  11. kekayaan merupakan titipan tuhan.orang tidak dpt dikatakan sempurna jika ia kaya.tapi orang bisa di katakan sempurna jika ia bisa memanfaatkan kekayaan tsbt untuk kebaikan.trims

    Comment by rowi restivany — April 10, 2006 @ 4:27 am

  12. Gravatar Image
  13. Untuk memahami dengan baik ajaran RT Kiyosaki, coba saja main game 101nya kiyosaki. Sederhana tapi sangat membantu. Apalagi game 202nya. (tuk yang ini, saya belum memainkannya sebab di Malang belum ada bajakannya…hheee. Bagi yang udah punya, pinjam dong). Kiyosaki menyarankan tuk memainkannya minimal 10-15 kali. Terus, dimainkan lagi minimal 1 bulan sekali. Game ini menyempurnakan pemahaman saya. Memahami membedakan antara aset dengan liabilitas, posisi di laporan keuangan dan neraca laba rugi, merubah pendapatan keringat menjadi pendapatan pasif (kebetulan ketika ini artikel ini terbaca, saya sedang mendengarkan audio Guide to Invest karya RT Kiyosaki versi saya sendiri..hehhee), pentingnya impian, mengurangi liabitas dan meningkat aset, berani ngutang (sampe ratusan% ketimbang kekayaan kita), urutan prioritas: keamanan, kenyamanan dan kekayaan, berani resiko (di game : invest di usaha yang belum manjanjikan cash flow+), pendapatan besar biasanya pengeluaran besar (game:dokter dan pilot), menyumbang 10% dari pendapatan keringat (kalau nyumbang, dapet 2 dadu) dll.
    Banyak yang feedback mengartikan kekayaan dengan memberi dan sosia. Gimana bisa memberi, kalau kita sendiri kekurangan. Saya senantiasa mengingat-ingat kalimat gus Dur yaitu ”isi kantongmu dulu, baru sumbang uang dari kantong”. Untuk itu, kaya dulu, baru charity…hheh.

    Comment by a. purnomo — March 9, 2007 @ 10:11 pm

  14. Gravatar Image
  15. Menarik juga..dialog ini, Bagi saya kaya itu menarik, tapi yang lebih menarik lagi kalau kita “kaya hati” maksudnya,harta surgawi…tinggi banget ya

    Comment by Divagame — June 28, 2007 @ 7:14 am

  16. Gravatar Image
  17. orang kaya itu tdk bisa di nilai dengan uang kaya itu orang yang hidup ya serba kecukupan dengan hasil yang kecil pula,gimana juga orng yang penghasilan sehari-hari hidup ya tdak ada ketenangan?
    mencari uang/kekayaan itu ada tiga
    1.mencari dengan tenaga dengan cara dengan bekerja keras,kasar dan sebagai ya
    2mencari uang dengan mengandal kan otak pikiran yang kita gunakan
    3.mencari uang dengan uang itupun bagi yang punya modal besar yang bisa menjalan kan nya????//

    Comment by ismail — July 24, 2008 @ 2:53 pm

  18. Gravatar Image
  19. Menarik sekali bahasannya….., Rasanya Resep kaya yang paling lengkap adalah dengan bersyukur…..,Apapun yang kita dapat walaupun belum sesuai dengan keinginan kita, adalah yang terbaik yang diberikan kepada Allah kepada kita, sesuai dengan kadarnya kita, Sesungguhnya DIA maha mengetahui…..,pengalaman pribadi saya, setelah mencoba dengan merubah sudut pandang, dengan Bersyukur banyak sekali perubahan yang terjadi dari segi kuantitas maupun kualitas yang tidak bisa dicerna oleh akal pikir, yaa perubahan Multidimensi. Jiwa menjadi lebih arif,lebih memahami, lebih ikhlas dan lebih powerful, ternyata dengan bersyukur disitulah semua persoalan hidup akan terjawab dengan kekuatan Quantum.

    Comment by Harry — December 6, 2008 @ 4:07 pm

  20. Gravatar Image
  21. Kaya tidak tanpa batas

    Comment by Abdul Azis Hunta — November 1, 2009 @ 4:54 am

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2005/07/11/anak-kecil-penemu-alat-keselamatan-udara/





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here