Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.


« Pilih Kaya atau Bahagia?Cara Kaya 2 : Indikator Kaya adalah Wealth Ratio lebih besar daripada 1 »

September 9, 2005

Salah Mengartikan Zuhud adalah Miskin

Sewaktu kecil sering guru ngaji ‘terkesan’ menekankan keutamaan orang miskin. Digambarkan bahwa orang kaya nanti akan paling akhir diperhitungkan karena hartanya dihitung satu demi satu. Memangnya pakai komputer Pentium 4, sehingga menghitungnya lama?

Setelah besar saya menyadari bahwa ajaran tersebut salah besar. Ternyata telah dicontohkan sejarah bahwa para Nabi itu kaya. Kabarnya Ibrahim berkurban seratus onta, yang menunjukkan bahwa dia orang kaya. Sulaiman jelas terkaya di dunia hingga akhir jaman. Ayyub juga kaya. Demikian juga Rasulullah Muhammad saw. Sangat kaya. Kesimpulan : kaya dan miskin bukan ukuran kesempurnaan.

Justru saya semakin menyadari bahwa esensi kaya adalah merdeka. Bila karena miskin Anda berpotensi menjadi kafir, maka Anda wajib merdeka menjadi kaya. Sama juga, bila Anda kaya harta lalu berpotensi menjadi kafir, maka Anda wajib merdeka dengan segera mendermakan harta kekayaan itu.

Satu sikap yang sering ditekankan guru ngaji adalah zuhud. Digambarkan orang yang zuhud adalah orang yang berpakaian sederhana, hidup sederhana, dan seterusnya. Zuhud bahkan dikesankan berlepas diri dari kenikmatan dunia.

Itu dulu, sampai saya membaca buku karya HAMKA berjudul Tasawuf Modern. Barulah saya mendapat pencerahan bahwa zuhud sejatinya adalah ‘berlepas diri dari keterikatan pada dunia’. Perhatikan, bukan berlepas diri kepada ‘kenikmatan’, namun kepada ‘keterikatan’.

Dua tokoh yang paling mengesankan dari contoh ketidakterikatan pada dunia adalah Nabi Sulaiman dan Nabi Ayyub. Ini adalah contoh dua orang kaya yang zuhud, artinya mereka berlepas diri terhadap keterikatan pada harta. Mereka siap kehilangan hartanya, kapan pun kalau Allah menghendaki. Inilah wujud zuhud yang sejati, menikmati karunia Tuhan, namun berlepas diri pada keterikatan terhadap sumber nikmat tersebut.

Sulaiman dan juga Daud, ayahnya, adalah dua raja paling kaya. Namun mereka sadar bahwa kekayaan itu adalah ujian bagi ketaatan mereka kepada Tuhan. Sulaiman bahkan mempunyai ilmu memahami perkataan makhluk lain, termasuk jin dan binatang. Namun dia senantiasa sadar bahwa semua itu adalah ujian ketaatan.

Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”; maka dia tersenyum dengan tertawa karena perkataan semut itu. Dan dia berdo’a: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni’mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (An Naml 18-19)

Sulaiman tidak diuji dengan menjadi miskin. Nabi Ayyub lah contoh zuhud yang lebih dahsyat.

Ayyub adalah orang kaya dengan banyak harta, banyak istri, dan banyak anak. Kemudian diuji Allah dengan kemalangan. Hartanya ludes terbakar, anak-anaknya mati terkena musibah. Istri-istrinya minta cerai sehingga tinggal satu orang. Dan kemudian dia menderita penyakit kudis hingga kurang lebih 17 tahun lamanya. namun Ayyub tetap bersabar dan bersyukur. Kemudian beliau disembuhkan Allah dan dikembalikan kekayaan serta keluarganya berkali lipat.

dan Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (Al Anbiyaa’ 83-84)

Inilah contoh bagaimana menjadi zuhud. Menjadi zuhud berarti tetap menikmati kenikmatan karunia Allah, namun pada saat yang sama juga berlepas dari keterikatan terhadap nikmat tersebut.

khairulu Silahkan beri komentar ya..., tanya, kritik, atau menambah ...
Komentar Anda akan turut menyempurnakan ilmu kami, dan berharga buat pembaca lainnya. Tks! - khairul -

8 Comments »

    Gravatar Image
  1. it’s greatfull article. Keep doing good work, bro. I appreciate. A++

    Comment by jetixo — December 21, 2005 @ 3:10 am

  2. Gravatar Image
  3. Sama mas. Ajaran kalau zuhud itu identik dengan miskin sepertinya masih terus diajarkan hingga saat ini. Inilah salah satu menyebabkan Islam mengalami kemunduran. Saya jadi ingat suatu cerita. Dikisahkan ada 2 orang ulama yang 1 perguruan. Yang ke-1 katakan bernama A membangun pondok pesantren di desa dan menjauhi gemerlap kehidupan. Sedangkan ke-2 bernama B berdakwah di kota dan menjadi pengusaha kaya. Ketika tahun-tahun berlalu, kedua orang yaitu A dan B bertemu. Singkat kata, murid si B berkomentar kepada B dan mengatakan, ”guru sangat hebat, hidup sederhana bahkan sangat miskin. Bersedia hidup zuhud. Beda dengan teman guru. Sangat kaya, pakaian dan kendaraan bagus. Sangat cinta dunia”.
    Kemudian si B menjawab,”kamu salah besar muridku. Temanku memang bergelimang harta. Tetapi hatinya tidak pernah tertaut kepada gemerlap dunia. Ketika dia akan tidur, dia tidak pernah memikirkan berapa kekayaan yang dimiliki. Kalaupun kekayaannya diambil 4JJI, dia akan tetap bersabar”. Kemudian si B meneruskan,”beda sekali dengan aku. Meski bajuku compang camping, tetapi hatiku sangat tertaut dengan dunia. Aku takut sekali jika terus menerus miskin. Aku selalu memikirkan apa kata orang terhadapku. Aku selalu ingin kaya tetapi tidak kaya-kaya”. Dari cerita ini, pelajannya adalah zuhud bukan di pakaian, rumah atau sesuatu yang terlihat di zahir lainnya. Zuhud terletak di hati.
    Emang bener orang kaya akan paling lama dihisab. Tapi jangan lupa cerita yang lain. Tentang 4 orang yang masuk terlebih dahulu ke surga yaitu pengusaha, ulama, syuhada. Singkat cerita, yang masuk terlebih dahulu adalah pengusaha. Hayo, mau masuk surga paling awal? .

    Comment by A. Purnomo — March 9, 2007 @ 10:56 pm

  4. Gravatar Image
  5. mungkin kesyorga klo kaya pada duniawi selaras dengan perlakuan zahir batin seperti yg dikehendaki allah melalui quran n hadis. cepat atau lambat ke syorga sebeb amalan semasa. zuhud sekiranya telah terbuai oleh keindahan amalan yg digariskan allah.

    Comment by alan — May 22, 2008 @ 2:07 am

  6. Gravatar Image
  7. askum warahmatullah..sesungguhnya hakikat makhluk itu adalah miskin.benar apa yang encik katakan nabi itu kaya,tapi cuba perhatikan pada hakikatnya bukan pada zahirnya.

    zahirnya,pada mata makhluk orang yang ada harta bejuta kita akan kata dirinya kaya.pendapat ini benar-bagi ilmu orang awam

    batinnya,segala harta itu datang dari allah,mengiyakan sifat allah iaitu,yamg maha kaya dan maha besar.jadi kita dapat tafsirkan bahawa makhluk itu sendiri tidak punya apa2.

    nabi sulaiman pergi kepada orang fakir,duduk di tepinya dan berkata(tertulis dalam ihya ulumiddin-karangan imam ghazali)”Sesungguhnya org fakir(merujuk pada dirinya itu) duduk bersama orang yang fakir(si fakir itu”

    dan tahukah bahawa abdurrahman bin auf adalah orang kaya juga.itu benar tapi habis semua hartanya diberi pada jalan allah.kita pula bagaimana?sejauh mana harta kita berada di jalan allah.maka disinilah mengapa guru anda katakan bahawa orang paling terakhir sekali masuk syurga adalah orang kaya,kerana golongan ini gemar menyimpan hart dan kurang diberikan pada jalan allah.

    kaya pada segi islam adalah,mempunyai rezeki yang mencukupi dan tidaklah BERLEBIHAn.rasulullah sifatnya,tidak pernah menyimpan makanan nya sampai waktu malamnya.

    dan merujuk pada bab seorang guru kaya dan seorang guru miskin itu,itu adalah hak masing-masing unutk menilai.kedua-duanya tidak salah.hidup dalam keadaan zuhud dan keadaan agak senang.

    Rumah rasullulah sendiri saya rasa anda semua tahu bagaimana kan?rasullulah mampu kalau hendak hidup di gedung2 mewah kerana dia adalah ketua madinah dan ummat islam(sebagaimana di lakukan oleh puak2 di vatican city)tetapi mengapa hidupnya cukup sederhana?kerana dia berdoa pada Allah”BERIKANLAH PADA HAMBAMU INI REZEKI YANG MENCUKUPI”

    nah!!terlihatlah disini bahawa bukan kaya atau miskin jadi ukuran dalam mendekatkan diri pada allah itu,tetapi pada rezeki yang mencukupi dan tidak berlebih-lebihan(sehingga tidak menunaikannya dengan memberi kan harta itu pada fakir miskin)

    Comment by Mohd amir B ramli-MAlaysia — September 26, 2008 @ 5:51 pm

  8. Gravatar Image
  9. that’s rigth, tapi sampai skrg say masi mikir kira-kira bagaimana kita masih bisa nyimpan alias nabung untuk jd kaya sementara masih ada di sekitar kita orang-orang yang masih kekurangan/kelaparan, for example BAGAIMANA WAKIL RAKYAT KITA MENIKMATI STUDY TOUR KE LUAR NEGERI SEMENTARA RAKYATNYA MASIH MAKAN NASI AKING DAN DIGUSUR DIMANA-MANA??? Masih wajarkah ada orang yang mengadakan pesta dengan menghabiskan uang puluhan Milyar hanya untuk prestige.

    Comment by jasmi — October 20, 2008 @ 4:22 am

  10. Gravatar Image
  11. Assalamu Alaikum wr.wb. hi, kahirul! are u Indonesian or Malaysian?? If U Indonesian, how about indonesia now??? Kasian sekali masyarakat dan bangsa kita, itu salah siapa ya???

    Comment by jasmi — October 20, 2008 @ 4:29 am

  12. Gravatar Image
  13. tulisan yang bagus, tp tlg tempatkan nama2 rasul2 Allah sesuai maqam mereka yang mulia. sebaiknya sebut Nabiyullah Ibrahim Alaihissalam (AS), demikian pula untuk Nabi Sulaiman dan Nabi Daud. jangan anda tulis daud, ibrahim. karena level mereka bukan teman anda,atau teman mbah anda. wassalam

    Comment by ahmad — November 30, 2008 @ 10:25 am

  14. Gravatar Image
  15. yg sBnarNya zuHud tU pA???????
    tRuz bLeh gA koNsLts! aGm Lb!h dLam Lg………..
    w!e tU mLu sBa! aNk mDa gA tHu pA2…
    kR!m Lwat E_ma!l/FacEbook yAch jWbaNnYa…….. d!tUngGU……. HatUr NuHun PsAn pAk………

    Comment by w!dya — October 2, 2009 @ 1:03 am

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2005/07/10/kecerdasan-supranatural/





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here