Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.



August 30, 2005

Logika, Suara hati, Wahyu

kambingMengapa hakim di pengadilan tidak selalu adil?

Urusan adil memang tidak dapat dengan mudah dipecahkan dengan logika. Dan sistem peradilan modern banyak menggunakan logika dalam membuat penilaian atas kasus, sehingga kita melihat betapa banyak putusan konyol dibuat oleh logika manusia.

Sejauh ini logika lebih tepat untuk memahami urusan benda mati. Ilmu pengetahuan maju pesat dengan kemampuan manusia untuk merumuskan model-model alam. Kalau Anda sedang menggunakan logika maka pikiran Anda mengambil porsi lebih besar daripada rasa hati Anda.

Suara hati sebaliknya merupakan sesuatu yang didekati dengan penghayatan, bukan pemikiran. Suara hati ini lebih tepat untuk menghadapi problem nilai, seperti dilema bersalah atau tidak bersalah, baik dan buruk, benar dan salah. Sayangnya suara hati lebih sulit distandarkan, dan karena itu hukum tidak dapat didasarkan murni kepada suara hati. Hukum memerlukan kombinasi antara logika yang sistematis dengan suara hati yang tidak sistematis. (more…)


August 29, 2005

5 Langkah Menyempurnakan Usaha

Filed under: Kiat, Topik Personal

shaolin kecilAa Gym memberi petunjuk praktis untuk memulai amal. Sebutannya 3M :

  • Mulai dari kecil
  • Mulai dari diri sendiri
  • Mulai dari sekarang

Cukup praktis. Karena itu saya mudah ingat. Dan untuk menghayati 3M itu maka saya buat juga 5 Langkah SEPIA untuk menyempurnakan usaha.

Lima langkah menyempurnakan usaha :

  • S : Sucikan niat hanya untuk ibadah
  • E : Eksekusi (jalankan) dengan antusias
  • P : Permudah dengan semua bantuan
  • I : Indahkan dengan kualitas keahlian
  • A : Arahkan dengan kejelasan tujuan

(more…)


August 27, 2005

Training di Salman

Filed under: Aktifitas

Training di Salman sudah terlaksana dengan sukses.

Diikuti para guru dari 13 sekolah, ada pula dari umum. Foto-foto menyusul. :)


August 21, 2005

Opsimis = Optimis + Pesimis

mendaki gunungDulu, sewaktu aktif di kegiatan kemahasiswaan, saya sering memplesetkan kata optimis dan pesimis menjadi opsimis. Maksud saya adalah untuk selalu optimis dalam kepesimisan.Tentu saja itu hanya kata-kata sambil main-main untuk menghibur teman-teman yang stres saat menghadapi deadline suatu kegiatan..

Kini, setelah membaca beberapa buku yang bagus, kata ‘opsimis’ ini ternyata mempunyai filosofi yang mendalam.

Buku pertama berjudul “Manusia Mencari Makna” (Man’s search for meaning) karya Victor E. Frankl. Tokoh psikologi pendiri aliran Logoterapi (terapi makna) yang mengalami penahanan di kamp Nazi selama PD II, dari September 1942 hingga April 1945. Dia menemukan bahwa rekan-rekannya yang terlalu optimis merasa akan bebas dalam jangka dekat ternyata justru meninggal dalam frustasi. Seorang rekannya dia ceritakan punya firasat bahwa perang akan berakhir dan mereka akan bebas pada awal musim semi. Ternyata hingga musim semi kondisi tawanan makin memburuk dan tidak ada tanda-tanda mereka bebas. Orang tersebut tiba-tiba meninggal dalam kerisauan karena tak mampu menanggung kenyataan bahwa mereka masih menderita. (more…)


August 16, 2005

Panduan Merekrut Orang

tim sepakbolaIni bukan mengada-ada, namun didasarkan studi yang ditemukan dalam buku The E-Myth karya Michael Gerber dan Good to Great karya Jim Collins.

Sekilas mereka memberikan saran yang kontradiktif. Gerber mengatakan bahwa kunci keberhasilan perusahaan adalah sistem, artinya dia harus dapat dijalankan oleh orang biasa-biasa saja, tidak perlu orang hebat. Collins sebaliknya mengatakan bahwa kunci keberhasilan adalah orang yang tepat, the right person. Dalam penelitiannya yang dimaksud Jim Collins adalah orang dengan kemampuan di atas rata-rata orang biasa. Siapa yang benar?

Alasan Gerber masuk akal. Lihatlah Mc Donald’s. Orang biasa yang bekerja di sistem luar biasa akan menghasilkan burger yang luar biasa. Sistem McD telah diterapkan pada sekitar 30.000 cabang di seluruh dunia, dan tetap menghasilkan bisnis burger yang hebat.

Alasan Jim Collins sama kuatnya. Semula dia menyangka bahwa keberhasilan perusahaan-perusahaan yang ‘good’ (prestasi seperti rata-rata pasar) lalu melompat menjadi ‘great’ (prestasi minimal 3 kali dari rata-rata pasar, dan bertahan 15 tahun) dikarenakan suatu visi baru, arah baru, strategi baru, dan setelah itu baru mencari orang-orang yang cocok. Ternyata terbalik. Awalnya perusahaan-perusahaan itu merekrut orang-orang yang tepat, lalu baru bersama-sama menentukan arah kemana mau menuju. Salah seorang eksekutif yang diwawancarai mengatakan, “Lihat, aku tidak tahu mau kemana bis ini diarahkan. Aku hanya tahu hal ini: kalau kita memasukkan orang-orang yang tepat ke dalam bis, menempatkannya di kursi yang tepat, maka kita bisa tahu bagaimana membawa bis ini membawa ke suatu tempat yang hebat.”

Dua sisi mata uang yang berbeda baru akan terlihat pada keping yang sama setelah kita melihatnya dari tepi mata uang. Demikian pula kontradiksi ’sistem’ atau ‘orang’ ini akan menjadi jelas bila kita melihat dari sudut pandang yang tepat, yaitu kaitan antara sistem dan orang.

Paradox :

    Sulit untuk membuat yang mudah. Mudah untuk membuat yang sulit.
    - khairul -

(more…)


August 14, 2005

Memilih Profesi : Menjadi Landak


The fox knows many things, but the hedgehog knows one big thing.
Archilochus (7th-century b.c.e.)

landaknya Jim CollinsSebuah buku berjudul Good to Great yang terbit tahun 2001 memberikan wawasan baru bagaimana sebuah perusahaan bisa menjadi luar biasa. Ada lima ciri yang ditemukan oleh Jim Collins dan timnya dari riset selama 5 tahun terhadap 28 perusahaan terpilih yang diseleksi dari 1400 lebih perusahaan. Salah satu yang menarik adalah ‘konsep landak’ (Hedgehog Concept).

Kebanyakan kita adalah rubah (fox) yang mempunyai banyak talenta. Karena itu kita melakukan apa saja dan menyukai apa saja sehingga luput untuk mendapatkan apa yang paling penting dan unik dari diri kita. Perusahaan yang bertindak seperti rubah tidak pernah berhasil menjadi perusahaan besar, demikian kesimpulan penelitian Jim Collins. Justru perusahaan yang menemukan bertindak seperti landaklah yang bisa menjadi perusahaan hebat (great company). Saya kira demikian pula halnya dengan perjalanan hidup seseorang. Kebanyakan orang mampu melakukan berbagai hal, sehingga tidak menemukan kontribusi unik dirinya yang dapat menghasilkan prestasi luar biasa.

Jim Collins dan tim nya memberi tiga kriteria bagi suatu keunikan yang dapat menjadikan perusahaan (dan juga individu) untuk menjadi ‘great’ : (more…)


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2005/07/21/kiat-sederhana-mengurangi-stress/


Next Page »


Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here