Logika, Suara hati, Wahyu
Mengapa hakim di pengadilan tidak selalu adil?
Urusan adil memang tidak dapat dengan mudah dipecahkan dengan logika. Dan sistem peradilan modern banyak menggunakan logika dalam membuat penilaian atas kasus, sehingga kita melihat betapa banyak putusan konyol dibuat oleh logika manusia.
Sejauh ini logika lebih tepat untuk memahami urusan benda mati. Ilmu pengetahuan maju pesat dengan kemampuan manusia untuk merumuskan model-model alam. Kalau Anda sedang menggunakan logika maka pikiran Anda mengambil porsi lebih besar daripada rasa hati Anda.
Suara hati sebaliknya merupakan sesuatu yang didekati dengan penghayatan, bukan pemikiran. Suara hati ini lebih tepat untuk menghadapi problem nilai, seperti dilema bersalah atau tidak bersalah, baik dan buruk, benar dan salah. Sayangnya suara hati lebih sulit distandarkan, dan karena itu hukum tidak dapat didasarkan murni kepada suara hati. Hukum memerlukan kombinasi antara logika yang sistematis dengan suara hati yang tidak sistematis. (more…)




Sebuah buku berjudul Good to Great yang terbit tahun 2001 memberikan wawasan baru bagaimana sebuah perusahaan bisa menjadi luar biasa. Ada lima ciri yang ditemukan oleh Jim Collins dan timnya dari riset selama 5 tahun terhadap 28 perusahaan terpilih yang diseleksi dari 1400 lebih perusahaan. Salah satu yang menarik adalah ‘konsep landak’ (Hedgehog Concept).



