Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.


« SEPIA di IziDoa, Usaha, dan Jawaban Tuhan »

July 24, 2005

Niat Baik Belum Cukup

Sering sekali dengan berbekal keyakinan bahwa setiap niat baik akan mendapatkan pertolongan dari Tuhan, maka seseorang mengabaikan kenyataan pentingnya strategi. Memang kita yakin Tuhan akan menolong, namun hukum alam secara umum juga berlaku. Banyak bukti sejarah menunjukkan bahwa orang-orang yang baik dikalahkan dengan mudah oleh orang-orang jahat.

Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu sendiri berusaha mengubah nasibnya. Bahkan ikhtiar yang sungguh-sungguh pun belum tentu berhasil kalau tidak dengan strategi yang baik. Kisah perang Uhud di jaman rasulullah Muhammad saw menunjukkan bahwa kaum yang beriman pun akan kalah oleh kaum kafir bila salah dalam strategi perang. Waktu itu umat Islam yang berperang melawan kaum berhala jahiliyah dikalahkan karena pertahanan barisan belakang yang lemah sehingga dapat dihantam oleh pasukan kavaleri kaum kafir.

Niat baik belum cukup. Sering terjadi karena seseorang sangat baik hati untuk menolong maka dia menjadi bulan-bulanan penipuan. Niatnya menolong, eh akhirnya dirampok. Walaupun niat baik akan mendapat pahala, namun bukan berarti serta-merta akan mendapatkan hasil yang diinginkan. Niat baik harus dibarengi strategi. Kecerdasan spiritual (SQ) harus dibarengi kecerdasan power (PQ).

Yang sering terjadi pula adalah usaha bisnis bersama yang dijalankan oleh orang-orang saleh hanya berbekal niat baik. Tidak ada ketrampilan manajemen. Tidak ada strategi pemasaran. Bahkan tidak ada kemampuan pengelolaan uang. Cukup doa dan kerja keras. Akibatnya usaha yang dilandasi niat baik saja tersebut karam dengan kerugian waktu, uang, tenaga, dan pikiran. Niat baik saja belum cukup.

Itulah mengapa dalam pengembangan diri kita perlu senantiasa menyeimbangkan karakter dan kompetensi. Kesalehan spiritual (SQ) perlu diimbangi kecerdikan power (PQ). Kepasrahan seorang hamba yang selalu munajat kepada Allah perlu dibarengi kecerdikan siasat dalam peperangan, seperti yang dicontohkan Khalid bin Walid, Salman al Farisi, Shalahuddin al Ayyubi, dan Thoriq bin Ziyad, sama halnya dengan kecerdikan dagang Muhammad saw, Abu Bakar ash Shiddiq, Utsman bin Affan, dan Abdurrahman bin Auf, ratusan tahun yang lalu.

Mengandalkan IQ, EQ, dan SQ saja belum cukup. Apalagi hanya mengandalkan niat baik (SQ), pastilah jauh dari cukup.

khairulu Silahkan beri komentar ya..., tanya, kritik, atau menambah ...
Komentar Anda akan turut menyempurnakan ilmu kami, dan berharga buat pembaca lainnya. Tks! - khairul -

9 Comments »

    Gravatar Image
  1. Mulai sekarang banyak juga perusahaan yang melakukan test tidak hanya IQ, tetapi EQ juga. Memang ideal kalau aspek IQ, EQ, SQ sudah terpenuhi.
    Hal itu bisa dilatih, kok. Jadi bukan bawaan gen..
    Bagus postingannya..
    Salam kenal ya..

    Comment by Tina — July 30, 2005 @ 10:37 am

  2. Gravatar Image
  3. Iya sih bener juga, tapi kalo orangnya telmi dan susah buat nangkep apa yang dikatakan orang gimana? hihihi,, kayak aku gitu..

    Kata orang sih aku udah bener-bener tolalit banget, susah dirubah jadi lebih baik.. hihihi,,

    Salam kenal ya,,

    Comment by Nada — July 30, 2005 @ 6:22 pm

  4. Gravatar Image
  5. Just great wrote, still watching :)

    Comment by Putut — July 31, 2005 @ 1:24 pm

  6. Gravatar Image
  7. halo .. salam kenal nih … tulisan menarik. Bagaimana dengan do’a, dimana ‘posisi’nya? :-)

    jwb : mungkin posting ini relevan. khairul

    Comment by zuki — July 31, 2005 @ 1:31 pm

  8. Gravatar Image
  9. Subhanallah, pertama baca inget lagu sela on 7, tapi lanjutannya BUAGUS BANGET rek! memag dalam menjalankan kehidupan ini kita mesti sedapat mungkin menyeimbangkan antara kemampuan diri dan kemampuan Ilahi (doa & ikhtiar) tul g?

    Comment by INDAH FITRIYATI — August 17, 2005 @ 7:49 am

  10. Gravatar Image
  11. Mas Khairul, apa bedanya antara IQ (Intelectual Quotient) dg Power Quotient (PQ)? Sama gak sih?

    ::: IQ = daya cipta = pintar. PQ = daya kelola = cerdik. Si Amir pintar matematika. Si Tono pasang iklan les matematika buat anak SD. Tono lalu mempekerjakan Amir untuk menjadi guru les matematika. Amir pintar, Tono cerdik. Amir tinggi IQ-nya, Tono tinggi PQ-nya.

    Comment by anisi r handini — April 13, 2006 @ 8:31 am

  12. Gravatar Image
  13. Niat ikhlas dan hasan memang diperintahkan oleh agama. Yang sering menggagalkan orang adalah melupakan ajaran agama yang lain. Orang-orang lupa ayat”didalam kesukaran ada kemudahan”. Orang lupa untuk bekerja berjamaah dan dalam ikatan yang kokoh. Orang-orang lupa kewajiban untuk menyempurnakan ihktiar.

    Comment by a. purnomo — March 9, 2007 @ 9:58 pm

  14. Gravatar Image
  15. THORIQ BIN ZIYAD,WAHHH………..idola aku ni,……..
    kalu emang bener si niat aja gak cukup,mesti ditambah dengan duit,……..
    DUIT itu Doa+Usaha+Ikhtiar+Tekun

    Comment by Mujahidin_Banjarmasin — November 28, 2007 @ 5:22 am

  16. Gravatar Image
  17. Jamu psikologi kunjungi www.setansatan.blogspot.com jamu memang pahit

    Comment by kebenaran — January 10, 2009 @ 2:03 pm

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2005/07/03/konflik-otak/





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here