Kiat Sederhana Mengurangi Stress
Memandang bulan.
Itulah kiat yang kutemukan saat masih kuliah dulu. Saat tugas menumpuk, kejenuhan melanda, merasa gamang, haus cinta, dan pencarian makna hidup menjadi beban tersendiri.
Memandang bulan.
Dan itu masih juga aku lakukan saat ini. Ketika pekerjaan menumpuk, bisnis macet, kesal dengan mitra kerja, bosan dengan rutinitas kerja. Saat-saat diri kehausan spirit, saat-saat jiwa kekeringan semangat, saat-saat putus asa membayang di pelupuk mata.
Memandang bulan. Itulah kiat sederhana mengurangi beban hati.
Kupandang bulan. Kuhayati kekosongan biru gelap di kanan-kirinya. Kuhayati jarak yang jauh antara diriku dan bulan nan jauh di sana. Lalu kurasakan betapa luasnya alam semesta. Kubayangkan Mars, Jupiter, Saturnus, dan planet lainnya. Kubayangkan ruang yang lebih luas, dan lebih luas lagi. Berapa luaskah alam semesta ini?
Lalu kupandang kembali bulan. Kubayangkan diriku memandang bumi dari sana, dari bulan. Kubayangkan bumi yang tampak biru dari luar angkasa. Kulihat di sana ada benua Amerika, Eropa, Afrika, Asia, lalu Asia Tenggara. Kulihat kepulauan Indonesia, kulihat Kalimantan, kulihat Sulawesi, Sumatra, lalu Jawa. Kulihat Jawa Barat, kulihat Jakarta, Purwakarta, lalu Bandung , lalu rumahku, lalu diriku sendiri. Kecil. Sedang menatap bulan. Seorang manusia yang sangat-sangat kecil sedang menatap bulan. Aku, hanya sepersejuta debu alam semesta.
Alangkah luasnya alam semesta ini. Alangkah kecil manusia, alangkah kecil segala masalah yang sedang dihadapinya.
* Lalu ketenangan menyelimuti hatiku. Aku tahu, aku tidak sendiri. Ada Tuhan sedang melihatku. Semua suka dukaku, semua masalah berat yang kini sedang kuhadapi, tak lepas dari ketentuan takdir Nya. Tugas manusia menyempurnakan ikhtiar, kembali kepada Tuhan lah akhir semua ketentuan. Tiba-tiba hatiku menjadi ringan. *







Betul!..Betul…Emang bener..
Memandang bulan dan bintang di malam cerah adalah kebiasaan saya sejak SMP. Hati menjadi tenang dan sadar akan kebesaran Allah SWT sehingga membuat saya selalu bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang Allah limpahkan dalam hidup saya.
“Ambilkan bulan, Bu…yang slalu bersinar di langit
Di langit, terang benderang
Cahyanya sampai ke bintang….”
Anak kecil aja minta diambilkan bulan saking indahnya sinar rembulan
Ok, met memandang bulan dan bintang.
Sadari Sang Penciptanya
Syukuri Hidup Anda
Comment by Minnatul Maula — March 31, 2006 @ 12:44 am
sepersejuta..???
sepersemilyar…???
sepersetriliun…???
yang pasti manusia amat sangat kuuueeeccciiiiiilllll sekali..
Comment by dhany — July 19, 2006 @ 6:48 am
memang betul,memandang bulan akan membuat kita menjadi ingat dengan sang pencipta,sehingga kita senantiasa merendahkan diri kepadanya dan perasaan kita jadi damai dan tenang berkat pertolongannya
Comment by azis — February 12, 2007 @ 4:50 am
Ternyata mas Khairul juga manusia….bisa stres. Beda orang, mungkin beda cara untuk hilangin stres. Berikut beberapa cara yang aku tempuh hilangin stres.
1. Tidur.
Besok pagi hari adalah hari baru. Dengan terus-menerus memikirkan masalah tidak selamanya menemukan solusi. Biarkan otak diberi jeda dan istirahat. Kasihan dong kalau dipakai mikir terus.
2. Mendekatkan diri ke Pengecat Lombok (Taqorrub)
Menyempurnakan amalan wajib dan Memperbanyak amalan sunnah. Manjur lho
3. Pergi ke perpus
Baca buku seringkali membuat kita nyaman dan melupakan masalah. Bisa jadi, kita dapet solusi.
4. Jalan-jalan ke pertokoan
5. Makan yang enak-enak
6. Main-main ke teman lama dan Curhat ke teman
7. Dengerin musik
8. Baca komik yang lucu-lucu
Ini adalah beberapa tips yang manjur untuk mengobati stresku. Manjur buat saya mungkin memberi hasil berbeda kepada anda. Mau mencoba.
Comment by a. purnomo — March 9, 2007 @ 10:01 pm
Manusia selalu dihadapi dengan masalah, termasuk juga mas Kairul. Memang betul mas, kita hidup selalu ada masalah yang terkadang sulit untuk kita pahami. tapi, itulah hidup yang sesungguhnya.Hanya ALLAH SWT yang tahu apa yang terjadi dan apa yang akan terjadi.Pengalamn mas sangatlah berguna buat pribadi saya. terimakasih ya mas solusinya, yang jelas kita berusaha dan iktir untuk menjalani hidup ini.
Comment by HENDRA-UNP-PADANG — March 22, 2007 @ 8:17 am
kalo stress nyari bulan sih bener, tapi kalo mendung gimana dong, kurang revolusioner, namun da benernya juga..
Comment by arie — July 17, 2007 @ 5:13 pm
Memang btul!!! kalo kita memandang bulan,kita bisa bahagia dan merasa tenang…. Tapi,kadang bulan bisa buat kita merasa sangat sedih.. Mengapa bulan bisa terus indah walaupun mendung,hujan,ataupun tertutup oleh awan????
Kakak2 Sepia yang baik..
kenapa menghadapi masalah dengan tenang tuh sulit banget ya???
Comment by atika — September 10, 2007 @ 1:31 am
kiatnya : liat anak. segala yang terjadi dalam hidup tidak patut disesali karena mempertemukan saya dengan si bayi yang lucu itu
Comment by alin — March 4, 2008 @ 10:00 am
bener juga sih mandangin bulan membuat kita berpikiran tenang…..dunia hanya sementara….kita hanya boleh pusing untuk sesuatu yang kekal….akhirat…smoga kt slalau ingat..
Comment by rani silvia unp-padang — October 20, 2008 @ 10:09 am
Bisa jg release stress dgn pandang bulan sampe ngantuk. Hihi.. Tp kl masalahnya buuerrraat banget gimana?
Kadang bulan aja ga cukup. Apapun yg dilakukan buntu sebuntun2ya. Yg akhirnya cuma pasrah saja. Abis mau diapakan lg.. Hadapi saja.. Yeeacchh! Semangat semangat ayoo!
Comment by misunderstood — December 14, 2009 @ 3:17 pm