Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.


« Super EksekutifMembaca Cepat »

June 10, 2005

Maestro

Kenapa lukisan Affandi dihargai mahal, sedangkan lukisan Khairul tidak (belum) mahal? Saudara-saudara berikut ini saya kutipkan dari deltafm 104.4 tulisan Emha A N tentang ilmu yang bermanfaat. Semoga bermanfaat.

Catatan Kehidupan: Ilmu yang Bermanfaat

Ada ilmu yang bermanfaat ada ilmu yang tidak bermanfaat, bermanfaat dan tidak bermanfaat ini kalau kita pecah-pecah, bermanfaat itu adalah produktif bisa, barokah bisa, membawa ke sorga bisa, menguntungkan bisa, sementara yang tidak bermanfaat itu bisa merusak, bisa distruktif, jadi di dalam agama bahasanya sederhana yaitu ilmu yang bermanfaat.

Artinya ilmu itu harus berjalan dalam irama yang di uji oleh kenyataan. Jadi anda dapat ilmu satu tahap kalau bisa ujian juga setahap, baru tahap kedua ada ujian tahap kedua. Kalau anda mencari ilmu terus menerus tanpa ujian nanti ilmu-ilmu itu tidak bermanfaat karena anda terlalu banyak tahu tapi anda tidak bisa karena setelah anda tahu, sukur anda mengerti, sukur anda dapat mengerti pengetahuan anda itu berikutnya bisa. Karena banyak sekali orang yang tahu tapi tidak bisa, banyak sekali orang yang bahkan mengerti tapi dia tidak mampu.

Ada kalanya dalam silsilat, ada ahli ilmu surat, ada ahli imu silat atau pesilat. Jadi ada orang yang tahu jurus bermacam-macam tapi dia tidak bisa main silat. Jadi ada tukang-tukang catat, ilmuan-ilmuan tapi belum tentu dia bisa manjalankan ilmunya itu dalam kehidupan. Kalau anda bertanding tinju atau karate, yang dibutuhkan dari anda bukan pikiran tapi naluri artinya ilmu-ilmu anda sudah menjadi hidup anda.

Seorang pemain sepak bola, Zidane misalnya, dia mengoper spontan dan akurat itu tidak mengukur dulu berapa panjang bola akan dia tendang, dia juga tidak melirik dulu secara persis teman yang akan dia operin bola itu. Ilmunya Zidane sudah menjadi nalurinya, dia seakan-akan seorang raksasa yang melihat seluruh lapangan sepak bola itu ada di bawah kakinya sehingga dia begitu tepat, dia kesana kemari.

Sebagaimana kalau dalam lukisan anda perhatikan beberapa lukisan maestro pelukis Indonesia yaitu Affandi misalnya, anda melihat lukisan, yang anda bisa lihat dari jarak 10 meter misalnya. Kalau anda lihat dari jarak dekat anda tidak bisa menemukan perspektif maka dia adalah seorang raksasa pelukis karena ketika dia melukis hanya dalam jarak setengah meter dia sebenarnya secara rohaniah dia mundur 10 meter sehingga seolah dia melukisnya dari jarak 10 meter. Maka hanya bisa dipandang perspektifnya dari jarak 10 meter. Jadi antara tahu, mengerti, bisa atau mampu itu betul-betul sangat penting dan selama ini pengetahuan tidak di uji untuk membuat manusia mampu melakukannya atau tidak itu yang disebut ilmu yang tidak bermanfaat. 10 Mar 2005 EAN

* dari rekanku Mahardi S

khairulu Silahkan beri komentar ya..., tanya, kritik, atau menambah ...
Komentar Anda akan turut menyempurnakan ilmu kami, dan berharga buat pembaca lainnya. Tks! - khairul -

1 Comment »

    Gravatar Image
  1. ”Ilmu anda menjadi hidup anda”, bait ini dalam banget buat saya. Beberapa bulan ini saya tidak pernah lagi mengikuti pelatihan dan seminar wirausaha. Dulu senang bgt mengikuti kegiatan yang deket-deket dengan wirausaha. Seiring berjalannya waktu, kian sadar. Untuk apa mengetahui banyak hal tapi tidak pernah mempraktekkannya. Saya sering ngobrol dengan temen mahasiswa yang berbicara setinggi langit tentang wirausaha dan bisnis. Tetapi ketika saya tanya, ”apa anda sudah pernah mencoba berwirausaha?”. Jawabannya kebanyakan, ”saat ini sih belum. Ntar nunggu dapat modal lalu aku kerjain ide-ide itu”. Itulah potret mahasiswa Indonesia. Itulah mengapa sekarang saya mengambil kebijakan untuk mengembangkan pengetahuan wirausaha dan bisnis harus seiring dengan kuantitas dan kualitas bisnis yang saya kerjakan. Ketika bisnis berkembang, saya bersedia membaca dan mengkonsumsi lagi pengetahuan bisnis.
    Saya rasa banyak sarjana Indonesia yang gak nyambung. Bidang pekerjaan sebagai sumber penghidupan tidak sesuai dengan ilmu yang dipelajari di institusi pendidikan. Seperti bidang saya, banyak kakak kelas yang notebene sarjana pertanian tetapi kerja di bidang gado-gado. Mulai dari bank, guru, sales dll. Inilah salah satu alasan mengapa dunia pertanian Indonesia tidak mengalami progres. Bagaimana bisa maju, sarjana yang diharapkan memberi pencerahan tidak kembali ke lahan yang telah menunggunya bertahun-tahun yang lalu. (agak gak nyambung ya…hehhee)

    Comment by a. purnomo — March 9, 2007 @ 9:54 pm

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/milyuner/





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here