Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.


« Selamat DatangPerusahaan Cerdas SEPIA »

May 24, 2005

Menyeimbangkan Pengembangan Kecerdasan

Filed under: Konsep, Topik Personal

Alam diciptakan dalam keseimbangan. Demikian pula dalam mengelola kecerdasan manusia perlu seimbang. Untuk hidup seimbang kita perlu malam dan siang, beban sama di kiri dan kanan, libur dan kerja, bahkan kita memerlukan kesedihan untuk mampu merasakan kegembiraan,. Mengikuti terminologi yin dan yang, maka busur lingkaran A, S, E (Aspiration-Spiritual_Emotional) adalah lingkaran yin, yakni aspek batin yang mendalam dari diri manusia. Menggunakan istilah yang lebih sering digunakan sekarang, ini adalah domain karakter manusia. Sedangkan busur lingkaran I dan P (Intellectual-Power) adalah yang, yakni aspek lahir dari diri manusia. Elemen I dan P ini adalah domain kompetensi manusia. Orang yang memiliki I dan P tinggi , bisa memiliki kompetensi yang hebat, namun hal ini tidak menjamin bahwa ia sekaligus bisa menjadi seseorang yang bahagia, luas dadanya dan selalu berfikir positif. Hal – hal yang disebut terakhir lebih dekat kepada karakter, dan diwakili oleh busur lingkaran ASE. Keseimbangan menjadi hal yang paling penting di dalam kehidupan modern ini. Kita telah melihat banyak orang yang menjalani hidup secara timpang. Ada yang mendidik anaknya hanya untuk mengembangkan IQ, sehingga hasilnya anak dapat tmbuh pintar namun lemah dalam kendali moral. Bisa jadi kegiatan anak ini nantinya hanya menyebabkan kehancuran dunia! Ada juga yang berpikiran bahwa yang penting hanyalah agama, sehingga mengembangkan kehidupan dengan dasar SQ saja, tanpa ambisi apapun, dan miskin prestasi. Dan ada pula seorang yang penuh ambisi, punya AQ tinggi, berhasil mewujudkan banyak prestasi, namun hidupnya merasa hampa tanpa makna.

Matahari SEPIA, sebaliknya, sangat menekankan pentingnya keseimbangan pengembangan semua kecerdasan. Karakter dan kompetensi sama pentingnya. Kehilangan salah satu elemen yin-yang ini akan menyebabkan bencana kegagalan. Ibarat mobil yang berjalan dengan mesin yang sangat kuat, berlari dengan kencang, namun tiba-tiba sadar bahwa rem nya blong, tidak dapat menghentikan laju mobil. Pedal gas tanpa pedal rem pastilah sebuah kekonyolan!

Tujuan ultima dari konsep SEPIA tidak lain adalah menyadarkan kita untuk mengembangkan secara seimbang busur yin ASE dan busur yang IP dalam diri kita. Itulah mengapa matahari SEPIA digambarkan dengan lingkaran yin-yang untuk melambangkan keseimbangan karakter-kompetensi, dengan lima sinar yang menggambarkan berbagai karunia kecerdasan. Melalui pengembangan karakter dan kompetensi secara seimbang diharapkan akan lahir manusia yang harmonis, yang siap untuk menerima karunia Nya yakni kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

khairulu Silahkan beri komentar ya..., tanya, kritik, atau menambah ...
Komentar Anda akan turut menyempurnakan ilmu kami, dan berharga buat pembaca lainnya. Tks! - khairul -

3 Comments »

    Gravatar Image
  1. saya juga sangat tertarik dengan pemikiran untuk memberikan pengajaran yg bersifat seimbang pada kelima bidang kecerdasan manusia. SAya sangat tertarik dengan misi dari SEPIA, bagaimana cara kalau saya ingin ikut belajar (saat ini saya juga mengajar) di SEPIA, bermitra.

    Comment by suryawijaya — August 17, 2006 @ 3:03 pm

  2. Gravatar Image
  3. Pendidikan formal yang kita peroleh pada umumnya terfokus pada eksplorasi kecerdasan intelektual saja. Memang, keseimbangan harus dijaga. Laksana malam dengan pagi. Kalau saya, kecerdasan kekuatan saya kembangkan dengan mengikuti beberapa organisasi. Berusaha menghadapi tantangan dan masalah, bukan menghindari apalagi lari. Pendidikan Indonesia sangat lemah dalam kecerdasan S dan A. Kalau pendidikan kita sangat religius, penjara minim banget penghuninya. Kalau pendidikan kita menghargai ide, kreasi dan perbedaan, bangsa kita tidak menjadi bangsa konsumen dan pengikut seperti sekarang.

    Comment by A. Purnomo — March 9, 2007 @ 10:47 pm

  4. Gravatar Image
  5. memangpenting menyeimbangkan semua itu.Hanya saja bagi saya susah melakukannya.Saya ingin berkata bisa untuk mencapai apa yang saya inginkan ,tapi kadang-kadang hati asya gak mantap apakah saya bisa.sayabenar-benar gak Pd akan kemampuan saya.cara untuk mengatasi itu semua bagaimana ya?

    Comment by Itha heryana — August 23, 2008 @ 9:38 am

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2009/11/07//





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here